Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Laporan Mingguan

Danareksa Weekly Report, 13 June 2017 : Government Bonds : Over the Hump
June 14, 2017 09:49 WIB

Yield Index obligasi Pemerintah menutup minggu lalu di level 6,95%, atau turun 3bps dari akhir minggu sebelumnya, sekaligus mencatatkan return sebesar 0,3%. Di sisi lain, kepemilikan asing terus mencatatkan rekor tertinggi secara nominal dan berada di level Rp761,2 triliun per akhir minggu lalu. Selain itu, CDS 5-tahun Indonesia mengalami penurunan sebesar 3bps menjadi 117bps selama periode yang sama, level terendah sejak Juli 2007.

Pasokan yang lebih besar di pasar yang lebih baik
Penawaran pasar perdana obligasi korporasi selama tahun 2017 meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Total penerbitan obligasi korporasi selama 5M17 mencapai Rp42,16 triliun, atau tumbuh 54,7% dibandingkan dengan penerbitan selama 5M16 sebesar Rp27,24 triliun. Sektor financial company dan banking mendominasi total penerbitan tahun ini masing-masing sebesar Rp15,61 triliun (37%) dan Rp14,12 triliun (33,5%). Penerbitan tahun ini masih akan mengalami peningkatan dan diperkirakan dapat melampaui rekor penerbitan di tahun 2016.

Rincian pembelian
Dari sisi investor, financial institution memiliki peran terbesar selama penerbitan tahun ini. Berdasarkan data KSEI, sebanyak Rp13,13 triliun (31%) dari total penerbitan diserap oleh mereka. Sementara itu mutual fund berada di posisi kedua dengan total pembelian sebesar Rp8,74 triliun (21%). Partisipasi insurance dan pension fund tahun ini relatif rendah yaitu hanya mencapai 15% dan 12%.

Exhibit 4 membandingkan rata-rata tenor, spread dan rating pembelian obligasi dari beberapa tipe investor selama tahun 2017. Dari tabel tersebut terlihat bahwa financial institution dan foreign memiliki appetite yang sama yaitu obligasi dengan risiko rendah, namun financial institution memiliki rata-rata tenor lebih rendah (2,62 tahun vs 4,26 tahun). Di sisi lain, pension fund memiliki rata-rata tenor tertinggi (6.19 tahun) dengan rata-rata rating sebesar 7.61 (AA/AA+).

Download artikel selengkapnya(174.21 Kb)
Danareksa Weekly Report, 30 May 2017 : The New Equilibrium
May 30, 2017 16:28 WIB

Peningkatan rating Indonesia oleh S&P pada 19 Mei lalu memberikan sentimen positif di pasar keuangan, termasuk pasar obligasi. Yield obligasi benchmark 10-tahun (FR0059) mengalami penurunan 12bps dari 7,04% pada 18 Mei menjadi 6,92% pada penutupan akhir minggu lalu, sekaligus mencatatkan total return sebesar 1%. Gelar full investment grade tersebut akan mendorong yield obligasi menuju titik keseimbangan baru yang tentunya cenderung lebih rendah. Meski demikian, proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu.

Memprediksi dampak
Peningkatan rating mencerminkan credit risk yang lebih terkendali. Oleh karena itu, salah satu cara untuk memperkirakan level keseimbangan baru dengan membandingkan credit default swap (CDS) Indonesia dengan negara-negara peers yang telah mendapatkan peringkat full investment grade, salah satunya adalah India. Per 26 Mei 2017, CDS 5 tahun India berada di level 90bps, 35bps lebih rendah dibandingkan dengan CDS Indonesia di tanggal yang sama.

Selain India, spread CDS Indonesia terhadap Filipina juga mengindikasikan adanya potensi penurunan. Rata-rata spread selama tahun 2010 – 2012, ketika kedua negara belum menjadi full investment grade, sebesar 11bps. Sementara rata-rata spread selama tahun 2017 berada di level 47bps. Dengan kata lain, terdapat potensi penurunan CDS sebesar 35bps yang juga menjadi potensi penurunan yield obligasi Pemerintah Indonesia.

Positif untuk pasar ekuitas dan forex
Selain di pasar obligasi, dampak dari peningkatan rating juga terlihat di pasar saham dan nilai tukar. Selama periode 18 Mei – 26 Mei, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS menguat 1% sementara IHSG mencatatkan return sebesar 1,26%. Di sisi lain, CDS 5-tahun Indonesia mengalami penurunan sebesar 8bps dari 133bps menjadi 125bps selama periode yang sama.

Download artikel selengkapnya(172.46 Kb)
Danareksa Weekly Report, 22 May 2017 : Congratulation, Indonesia!
May 22, 2017 10:50 WIB

Setelah bertahun-tahun menunggu, S&P akhirnya memberi Indonesia peringkat investment grade yang telah lama ditunggu. Lembaga pemeringkat tersebeut meningkatkan peringkat Indonesia pada tanggal 19 Mei 2017 dari BB + (pos) menjadi BBB- (stable), menyamai peringkat yang telah diberikan oleh Moody’s (Baa3) dan Fitch (BBB-). Pada bulan Desember 2016, Fitch meningkatkan outlook Indonesia menjadi positif, diikuti oleh Moody’s yang meningkatkan outlook pada bulan Februari 2017. Peningkatan ini berkontribusi terhadap penurunan yield instrumen Obligasi Pemerintah 10-thn (SUN 10 tahun) di 4M17. Pada hari terjadinya rating upgrade minggu lalu, yield turun secara signifikan pada beberapa jam perdagangan terakhir.

Bid yield untuk FR0059 di akhir pekan lalu di 7,01%, mencatat penurunan 73bps dari levelnya di akhir 2016, menurut data Bloomberg. Dibandingkan minggu sebelumnya, yield 8bps lebih rendah. Penurunan yield juga dapat diamati dari instrumen USD di Indonesia seperti Indon Series dan obligasi beberapa BUMN, yang mencatatkan rata-rata penurunan yield sebesar masing-masing 5bps dan 3bps dari minggu sebelumnya.

Tren penurunan yield obligasi menunjukkan peningkatan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini semakin tersirat oleh menyusutnya spread antara yield USD 10 thn Indon atas US Treasury Notes dengan jangka waktu yang sama. Dibandingkan dengan akhir tahun 2016, spread telah mencatatkan penurunan lebih dari 30bps. Selain yield yang lebih rendah, kami berharap dapat melihat peningkatan signifikan dalam partisipasi investor asing di pasar obligasi korporasi Indonesia dalam jangka panjang, terutama obligasi Rupiah. Berdasarkan data KSEI, kepemilikan asing di obligasi korporasi hanya mencapai 6,5% pada April 2017, jauh lebih rendah dibandingkan kepemilikannya pada IDR Tradable SBN yang telah melampaui 38% dari jumlah outstanding. Dengan nilai investment grade yang baru dicapai, kami memperkirakan investor asing akan lebih aktif dalam pasar obligasi korporasi domestik di Indonesia.

Download artikel selengkapnya(200.23 Kb)
Weekly Report Aug 2016
Country's FCLT Rating
S & P BB+
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 6.50%
JCI 5,421.00
IDR 13.01
Inflation Oct 16(%YoY) 3.07%

Market Outstanding
Government Bond IDR 1.74 bn
Corporate Bond IDR 295.90 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 40.72 bn
Corporate Bond IDR 2.35 bn

Government Bond Indices
Price Index 132.20
Yield Index 7.13%
Total Return 507.70

Benchmark Yield
FR0053 5 Year 6.82%
FR0056 10 Year 7.01%
FR0073 15 Year 7.38%
FR0072 20 Year 7.57%