Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Ide Perdagangan

Preview IHSG 20 September 2019
September 20, 2019 08:27 WIB

Mayoritas bursa Asia ditutup menguat pada perdagangan kemarin, sedangkan IHSG justru terjerembab 0,51 persen ke level 6.244,47. Tema utama pergerakan pasar masih terkait dengan sentimen penurunan bunga FFR oleh The Fed. Publikasi ekonomi regional kemarin juga ramai oleh rilis keputusan moneter sejumlah bank sentral seperti Bank of Japan dan Bank Indonesia.

Bank of Japan (BOJ) tetap mempertahankan kebijakan bunga acuannya dilevel saat ini (-0,1%), sesuai dengan ekspektasi pasar. BOJ juga akan menjaga yields obligasi pemerintah 10 tahun di kisaran nol persen.

RDG Bank Indonesia September 2019 memangkas bunga acuan 7DRR sebesar 25 bps menjadi 5,25%, dengan bunga deposit facility dan lending facility yang juga turun 25 bps menjadi 4,50% dan 6,00%. Penurunan 7DRR ini merupakan yang ketiga ditahun 2019. Kebijakan ini ditempuh untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik, ditengah prospek ekonomi global yang melambat, dampak ketidakpastian perang dagang, risiko geopolitik, serta laju inflasi domestik yang relatif stabil.

Sementara itu, bursa AS berakhir flat diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,19%) dan S&P 500 (+0,00%) masing-masing bergerak kelevel 27.094,79 dan 3.006,73. Pasca perubahan bunga acuan FFR, perhatian pasar kembali tertuju pada perkembangan negosiasi dagang AS-China.

Dari sisi ekonomi AS, klaim tunjangan pengangguran mingguan (per 14 September 2019) naik sebanyak 2 ribu aplikasi menjadi 208 ribu aplikasi. Rerata 4 mingguannya sedikit menurun 750 aplikasi menjadi 212.250 aplikasi. Lebih lanjut, indikator ekonomi terkini-CEI dan prospek ekonomi-LEI terbitan The Conference Board masing-masing mencapai level 106.4 (+0,3%) dan 112,1 (+0,0%). Trend terkini LEI menunjukkan prospek ekspansi ekonomi AS yang melambat, dengan topangan belanja rumah tangga yang kuat dan pasar tenaga kerja yang solid.

Di sektor perumahan AS, penjualan stok rumah (existing home sales) tumbuh 1,3% mom menjadi 5,49 juta unit (vs 5,37 juta unit ekspektasi pasar) di bulan Agustus 2019. Level penjualan ini merupakan yang tertinggi sejak Maret 2018, didorong bunga KPR yang rendah, naiknya pendapatan tenaga kerja, dan kenaikan harga rumah yang melambat.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) naik ke level USD 64,93 (USD 58,79) perbarel, dan harga emas menguat ke level USD 1.507,10/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(389.84 Kb)

Preview IHSG 19 September 2019
September 19, 2019 08:14 WIB

IHSG berhasil mencatat kenaikan 0,64 persen ke level 6.276,63, ditengah bursa Asia yang bervariasi kemarin. Penantian atas FOMC The Fed membuat investor regional menahan aksi beli. Pada perdagangan kemarin, publikasi ekonomi terbaru dari Asia datang dari Jepang.

Nilai ekspor dan impor Jepang di bulan Agustus turun masing-masing ke level JPY 6,14 triliun (-8,2% yoy) dan JPY 6,28 triliun (-12,0% yoy). Penurunan ini membuat defisit perdagangan Jepang menyempit dari JPY 250,7 miliar menjadi JPY 136,3 miliar, didorong lesunya permintaan global dan ketidakpastian perang dagang AS-China.

Sementara itu, bursa AS menguat diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,13%) dan S&P 500 (+0,03%) masing-masing bergerak kelevel 27.147,08 dan 3.006,73. Pergerakan pasar cenderung flat, menyusul sinyal tidak adanya pemangkasan bunga FFR lanjutan di tahun 2019 pasca FOMC September.

Pada FOMC September 2019, The Fed memangkas bunga acuan FFR sebesar 25 bps, seperti yang diprediksi pasar menjadi 1,75% - 2,00%. Penurunan FFR yang kedua tahun ini ditempuh dengan mempertimbangkan dampak ketidakpastian perang dagang, prospek perlambatan ekonomi global, dan laju inflasi domestik yang stagnan. The Fed menyatakan bahwa ekonomi AS saat ini tumbuh moderat, dan pasar tenaga kerja tumbuh solid.

The Fed juga melakukan sedikit perubahan proyeksi sejumlah indikator ekonomi AS untuk tahun 2019. Median pertumbuhan GDP untuk tahun 2019-2022, masing-masing sebesar 2,2%, 2,0%, 1,9%, dan 1,8%. Tingkat pengangguran untuk periode yang sama diproyeksi mencapai 3,7%, 3,7%, 3,8%, dan 3,9%. Indikator PCE inflation diperkirakan masing-masing mencapai 1,5%, 1,9%, 2,0%, dan 2,0%.

Dari sisi ekonomi AS, rilis ekonomi terbaru muncul dari sektor perumahan. Izin mendirikan bangunan di bulan Agustus tumbuh 7,7% mom menjadi 1,419 juta unit (SA annual rate), tertinggi sejak Mei 2007. Penerbitan izin meningkat terutama pada pembangunan apartemen, diikuti rumah tapak. Hal serupa juga terlihat pada pembangunan rumah baru (housing starts) yang meningkat 12,3% mom menjadi 1,364 juta unit di bulan Agustus. Meningkatnya aktivitas pembangunan rumah baru didorong permintaan yang solid dan tingkat bunga KPR yang rendah.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka menguat. Harga minyak Brent (WTI) naik ke level USD 63,68 (USD 58,20) perbarel, dan harga emas melemah ke level USD 1.498,10/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(392.22 Kb)

Preview IHSG 18 September 2019
September 18, 2019 08:11 WIB

Pada perdagangan kemarin, bursa Asia cenderung ditutup bervariasi. IHSG sendiri berhasil masuk zona hijau ke level 6.236,69 (+0,28%). Harga minyak yang memanas dan eskalasi tensi geopolitik menjadi sentimen negatif pemicu pasar, ditengah minimnya rilis ekonomi terbaru.

Sementara itu, bursa AS menguat diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,13%) dan S&P 500 (+0,26%) masing-masing bergerak kelevel 27.110,80 dan 3.005,70. Kenaikan pasar cenderung tertahan, menyusul aksi konsolidasi investor yang menantikan hasil pertemuan The Fed minggu ini. Pasar berekspektasi adanya pemangkasan bunga acuan FFR sebesar 25 bps.

Dari sisi ekonomi AS, indikator sentimen pengembang perumahan-NAHB Housing Market Index sedikit meningkat dari level 67 ke level 68 di bulan September 2019 (vs level 66 ekspektasi pasar). Keyakinan pebisnis real estat AS relatif stabil, seiring ekspektasi penjualan rumah ke depan yang masih menjanjikan, ditengah suku bunga yang rendah dan permintaan yang solid. Di sektor industri, output industri di bulan Agustus tumbuh 0,6% mom, setelah turun 0,1% di bulan sebelumnya. Pertumbuhan output sektor manufaktur, pertambangan dan utilitas tercatat membaik.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka memerah. Harga minyak Brent (WTI) turun ke level USD 64,21 (USD 58,95) perbarel, dan harga emas melemah ke level USD 1.509,20/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(395.06 Kb)