Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Ide Perdagangan

Preview IHSG 19 Juli 2019
July 19, 2019 08:20 WIB

IHSG naik tipis 0,14 persen ke level 6.403,29 diperdagangan kemarin, meski mayoritas bursa regional ditutup memerah. Rilis kinerja keuangan emiten kuartal kedua 2019 yang mulai membanjiri pasar dan sinyal arah kebijakan BI yang lebih akomodatif, menjadi sentimen positif penopang kinerja pasar.

RDG Bank Indonesia memutuskan untuk memangkas bunga acuan 7DRR sebesar 25 bps menjadi 5,75% di bulan Juli 2019, dengan bunga deposit facility dan lending facility masing-masing turun ke level 5,00% dan 6,50%. Kebijakan ini mempertimbangkan prospek inflasi yang rendah dan terkendali, serta upaya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi domestik, ditengah risiko eksternal yang menekan kinerja ekspor.

Sementara itu, bursa AS menghijau diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,01%) dan S&P 500 (+0,36%) masing-masing bergerak kelevel 27.222,97 dan 2.995,11. Pernyataan petinggi The Fed yang memicu spekulasi aksi moneter The Fed yang akan lebih agresif, menjadi pemicu penggerak pasar selain publikasi keuangan emiten.

Dari sisi ekonomi AS, klaim tunjangan pengangguran mingguan (per 13 Juli 2019) meningkat 8 ribu aplikasi menjadi 216 ribu aplikasi. Rerata 4 mingguannya turun sebesar 250 aplikasi menjadi 218.750 aplikasi. Indikator ekonomi saat ini-CEI terbitan The Conference Board bulan Juni 2019 naik 0,1% ke level 105,9, sementara indikator prospek ekonomi-LEI turun 0,3% ke level 111,5. Kedua menunjukkan perkembangan ekonomi AS saat ini yang tetap solid, namun berprospek melambat ke depan. Perlambatan ini didorong turunnya pesanan baru yang diterima pabrikan manufaktur, izin mendirikan bangunan dan naiknya klaim tunjangan pengangguran AS.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) naik ke level USD 62,76 (USD 55,95) perbarel, dan harga emas menguat ke level USD 1.444,60/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(363.12 Kb)

Preview IHSG 18 Juli 2019
July 18, 2019 08:21 WIB

Ketidakpastian pembicaraan dagang AS-China yang kembali merebak dan jelang rilis laporan keuangan emiten, menyeret sebagian besar bursa Asia melemah pada perdagangan kemarin. IHSG terkoreksi 0,11 persen ke level 6.394,61.

Sementara itu, bursa AS melemah diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,42%) dan S&P 500 (-0,65%) masing-masing bergerak kelevel 27.219,85 dan 2.984,22. Earnings season menjadi penggerak utama pasar. Data FactSet menunjukkan sekitar 7 persen emiten AS dalam indeks S&P 500 telah melaporkan kinerja keuangan Q2 2019. Dari jumlah tersebut, 85 persen membukukan laba bersih diatas ekspektasi pasar, dengan pertumbuhan sebesar 3,1 persen.

Dari sisi ekonomi AS, pembangunan rumah baru (housing starts) turun 0,9% mom menjadi 1,253 juta unit (SA annual rate) di bulan Juni, setelah lungsur 0,4% mom di bulan sebelumnya. Penurunan ini disumbang oleh lesunya pembangunan apartemen, sementara untuk rumah tinggal kembali membaik. Indikator izin mendirikan bangunan (building permits) juga menurun 6,1% mom menjadi 1,220 juta unit, atau terendah sejak Mei 2017.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) turun ke level USD 63,50 (USD 56,53) perbarel, dan harga emas menguat ke level USD 1.426,50/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(357.25 Kb)

Preview IHSG 17 Juli 2019
July 17, 2019 08:25 WIB

Bursa saham Asia ditutup bervariasi, dengan IHSG melemah 0,25 persen ke level 6.401,88 kemarin. Dari kawasan regional, rilis notulensi pertemuan Reserve Bank of Australia (RBA) bulan Juli menunjukkan kesiapan RBA melakukan pelonggaran moneter di masa datang, guna menopang pertumbuhan ekonomi yang stabil dan capaian target inflasi dalam jangka menengah. RBA pada pertemuan lalu telah memangkas bunga acuan-cash rate sebesar 25 bps ke titik terendah menjadi 1,0%.

Sementara itu, bursa AS melemah diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,09%) dan S&P 500 (-0,34%) masing-masing bergerak kelevel 27.335,63 dan 3.004,04. Penantian rilis laporan keuangan emiten kuartal kedua dan pernyataan Trump yang mengindikasikan kemajuan negosiasi dagang AS-China yang tidak signifikan, menjadi pemicu pergerakan pasar.

Dari sisi ekonomi AS, penjualan retail Juni tumbuh stabil 0,4% mom (+3,4% yoy) seperti bulan sebelumnya, dengan dorongan meningkatnya pembelian kendaraan bermotor, sandang, furniture, dan makanan. Di sektor perumahan, indikator NAHB Housing Market Index sedikit meningkat dari level 64 ke level 65, yang menunjukkan optimisme pebisnis real estat AS yang stabil, seiring eskpektasi terjaganya penjualan rumah ke depan.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) naik ke level USD 64,53 (USD 57,62) perbarel, dan harga emas terkoreksi ke level USD 1.405,60/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(356.01 Kb)