Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Ide Perdagangan

Preview IHSG 15 November 2019
November 15, 2019 08:16 WIB

Mengecewakannya data ekonomi terbaru China menekan pergerakan pasar regional, termasuk IHSG kemarin. Pada perdagangan Kamis lalu, IHSG terjungkal 0,71 persen ke level 6.098,95. Publikasi data National Bureau of Statistics (NBS) China menunjukkan perkembangan ekonomi China yang terus menurun. Investasi aset tetap China tumbuh 5,2% ytd/y (vs 5,4% konsensus) pada periode Januari-Oktober 2019. Output industri bulan Oktober tumbuh 4,7% yoy (vs 5,5% konsensus), melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5,8% yoy. Penjualan retail Oktober tumbuh lesu dari 7,8% yoy, menjadi 7,2% yoy (vs 7,8% yoy konsensus). Tingkat pengangguran menurun dari 5,2% menjadi 5,1%.

Sementara itu, bursa AS ditutup bervariasi di perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,01%) dan S&P 500 (+0,08%) masing-masing bergerak kelevel 27.781,96 dan 3.096,63. Lesunya data ekonomi China dan Jepang, serta memanasnya kembali ketegangan AS-China, ikut memengaruhi kinerja pasar AS.

Dari ekonomi AS, klaim tunjangan pengangguran mingguan (per 9 November 2019) meningkat 14 ribu aplikasi menjadi 225 ribu aplikasi. Rerata 4 mingguannya mencapai 217 ribu aplikasi, atau lebih tinggi 1.750 aplikasi dari minggu sebelumnya. Selanjutnya harga barang dan jasa di tingkat produsen (producer price index) naik 0,4% mom di bulan Oktober, pasca menurun 0,3% mom di bulan sebelumnya. Secara tahunan, harga produsen tumbuh 1,1% yoy, kenaikan terendah dalam 3 tahun.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) naik ke level USD 62,28 (USD 56,89) perbarel, dan harga emas melemah ke level USD 1.470,0/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(392.48 Kb)

Preview IHSG 14 November 2019
November 14, 2019 08:02 WIB

Ketidakpastian seputar kesepakatan dagang AS-China dan eskalasi kekerasan unjuk rasa di Hongkong membuat bursa regional terjungkal. IHSG kembali terkoreksi 0,62 persen ke level 6.142,50. Publikasi ekonomi terbaru yang masuk ke pasar regional datang dari Jepang. Harga barang dan jasa di tingkat produsen Jepang (producer price index) menurun 0,4% yoy di bulan Oktober 2019, menyusul penurunan 1,1% yoy di bulan sebelumnya.

Ekonomi Jepang Q3 2019 tumbuh 0,1% qoq (vs 0,2% qoq konsensus), melambat dibandingkan 0,4% qoq di kuartal sebelumnya. Secara tahunan, GDP Jepang tumbuh melambat dari 1,8 persen (Q2 2019) menjadi 0,2 persen pada Q3 2019.

Sementara itu, bursa AS ditutup menanjak di perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,33%) dan S&P 500 (+0,07%) masing-masing bergerak kelevel 27.783,59 dan 3.094,04. Kenaikan indeks terbatas setelah dikabarkan pembicaraan AS-China terbentur soal komitmen pembelian produk hasil pertanian tertentu dari AS dan pembatasan transfer teknologi.

Dari sisi ekonomi AS, tingkat inflasi mencatat kenaikan diatas prediksi pasar. Di bulan Oktober 2019, tingkat harga konsumen naik 0,4% mom (vs +0,3% mom konsensus), lebih cepat dari bulan sebelumnya yang cenderung flat. Secara tahunan, laju inflasi naik dari 1,7% yoy menjadi 1,8% yoy. Harga komponen makanan dan jasa kesehatan tercatat meningkat pesat, sementara relatif stabil untuk komponen perumahan, dan jasa transportasi.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) naik ke level USD 62,37 (USD 57,42) perbarel, dan harga emas menguat ke level USD 1.464,10/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(395.96 Kb)

Preview IHSG 13 November 2019
November 13, 2019 08:10 WIB

Bursa Asia termasuk IHSG menutup perdagangan kemarin dengan kenaikan. IHSG menguat 0,52 persen ke level 6.180,99 ditengah ketidakpastian perkembangan negosiasi dagang AS-China dan aksi unjuk rasa Hongkong yang terus memanas. Tidak ada publikasi ekonomi terbaru yang masuk ke pasar regional.

Sementara itu, bursa AS ditutup bervariasi di perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0.01%) dan S&P 500 (+0,16%) masing-masing bergerak kelevel 27.691 dan 3.091,84. Pidato Presiden Trump terbaru belum dapat memberikan indikasi detail kemajuan pembicaraan dagang AS-China. Hal ini kurang memuaskan pelaku pasar dan membuat laju pergerakan indeks pasar lebih terbatas.

Dari sisi ekonomi AS, indikator NFIB Small Business Optimism Index di bulan Oktober naik 0,6 poin ke level 102,4 (vs 103,5 ekspektasi pasar). Optimisme pebisnis skala kecil dan menengah cenderung solid dan meningkat. Serapan tenaga kerja dan kompensasi tercatat mengalami kenaikan. Para pebisnis juga berencana menambah belanja modalnya di periode mendatang.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) turun ke level USD 62,06 (USD 56,63) perbarel, dan harga emas menguat ke level USD 1.459,30/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(390.85 Kb)