Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Ide Perdagangan

Preview IHSG 26 Maret 2019
March 26, 2019 08:36 WIB

Menyusul koreksi yang terjadi dibursa AS sebelumnya, mayoritas bursa Asia mengawali perdagangan pekan ini dengan penurunan. IHSG ditutup lungsur 1,75 persen kelevel 6.411,25. Kekhawatiran investor akan risiko resesi yang mengancam AS, menjadi sentimen utama yang menekan pasar.

Sementara itu, bursa AS ditutup bervariasi diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,06%) dan S&P 500 (-0,08%) masing-masing bergerak kelevel 25.516,83 dan 2.798,36. Tema perlambatan ekonomi dunia dan bayangan resesi AS-menyusul inversi kurva yields surat utang pemerintah AS, menjadi faktor yang menahan laju indeks. Pada perdagangan sebelumnya, tidak ada rilis indikator ekonomi utama AS dipasar.

Perkembangan dari Brexit, parlemen Inggris melalui voting memutuskan untuk mengambil alih kendali atas proses Brexit dari tangan pemerintahan Theresa May. Pengesahan amandemen yang diajukan anggota parlemen lintas partai ini, memungkinkan perleman mengatur jadwal debat dan voting atas opsi alternatif Brexit. Pemerintahan May sendiri menyatakan menentang hasil mosi dan keputusan tersebut, serta tidak akan mendukung konsensus yang muncul dari voting parlemen selanjutnya.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel USD 67,44 (USD 59,27) perbarel, dan harga emas melemah kelevel USD 1.320,40/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(358.62 Kb)

Preview IHSG 25 Maret 2019
March 25, 2019 08:09 WIB

IHSG dan bursa Asia menutup perdagangan pekan lalu dengan kenaikan. IHSG menguat 0,36 persen kelevel 6.525,27. Sinyal kebijakan moneter The Fed yang lebih longgar kedepan, menjadi pemicu pergerakan pasar. Publikasi ekonomi terkini datang dari Jepang. Indikator manufaktur dini-Flash Japan Manufacturing PMI bulan Maret 2019 bertahan dilevel 48.9 seperti bulan sebelumnya. Perkembangan sektor manufaktur Jepang mengalami kontraksi, seiring turunnya pesanan baru, pesanan ekspor dan output produksi perusahaan.

Sementara itu, bursa AS kembali melemah diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-1,77%) dan S&P 500 (-1,90%) masing-masing bergerak kelevel 25.503,32 dan 2.800,71. Pemangkasan proyeksi ekonomi AS oleh The Fed dan potensi ekonomi global yang makin melambat, memicu tekanan dipasar. Perkembangan spread yields 10Y Treasury dan 3M Treasury bill yang menjadi negatif, turut membawa saham-saham perbankan tergerus.

Dari sisi ekonomi AS, penjualan rumah baru dibulan Januari 2019 turun 6,9% mom menjadi 607 ribu unit (seasonally adjusted annual rate), atau lebih rendah dari ekspektasi pasar sebanyak 620 ribu unit. Selanjutnya disektor manufaktur, indikator dini-flash manufacturing PMI bulan Maret turun dari level 53,0 kelevel 52,5, atau terendah dalam 21 bulan. Hal ini mengindikasikan aktivitas manufaktur AS yang melambat, seiring permintaan dan serapan tenaga kerja yang melambat.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel USD 66,67 (USD 58,61) perbarel, dan harga emas melemah kelevel USD 1.311,50/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(361.66 Kb)

Preview IHSG 22 Maret 2019
March 22, 2019 08:14 WIB

Bursa saham Asia cenderung menghijau termasuk IHSG yang terkerek 0,29 persen kelevel 6.501,78 diperdagangan kemarin. Sentimen penggerak pasar datang dari keputusan The Fed dan Bank Indonesia yang kompak mempertahankan suku bunga acuan tetap dilevelnya saat ini, atau sejalan dengan konsensus pasar.

Sementara itu, bursa AS naik tajam diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,84%) dan S&P 500 (+1,09%) masing-masing bergerak kelevel 25.962,51 dan 2.854,88. Ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih longgar kedepan menjadi sentimen kinerja pasar.

Dari sisi ekonomi AS, klaim tunjangan pengangguran mingguan (per 16 Maret 2019) turun sebanyak 9 ribu aplikasi menjadi 221 ribu aplikasi. Rerata 4 mingguannya naik sebesar seribu aplikasi menjadi 225 ribu aplikasi.

Indikator ekonomi saat ini (CEI) dan prospek ekonomi (LEI) AS masing-masing tumbuh sebesar 0,2 persen kelevel 105.9 dan 111.5 dibulan Februari 2019. LEI meningkat untuk pertama kali dalam 5 bulan disokong membaiknya harga saham, sementara pasar tenaga kerja menunjukkan sedikit pelemahan.

Perkembangan terkait Brexit menunjukkan bahwa PM Theresa May mengharapkan penundaan waktu Brexit menjadi 30 Juni, sementara pemimpin EU menginginkan tempo waktu yang lebih singkat yaitu 23 Mei. Uni Eropa menyetujui proposal penundaan Brexit (Art. 50 extension), dengan tenggat waktu bagi PM May mendapatkan dukungan parlemen atas proposal tersebut hingga 22 Mei.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel USD 67,77 (USD 59,95) perbarel, dan harga emas melemah kelevel USD 1.307,30/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(360.58 Kb)