Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Ide Perdagangan

Preview IHSG 23 Januari 2020
January 23, 2020 08:28 WIB

IHSG ditutup sedikit menurun 0,08 persen ke level 6.233,45, meski mayoritas bursa saham Asia naik terbatas pada perdagangan kemarin. Kekhawatiran penyebaran Coronavirus masih menggelayuti kinerja pasar. Pada perdagangan Rabu kemarin, minim rilis indikator ekonomi terbaru dari kawasan regional.

Otoritas moneter-Bank Negara Malaysia memangkas bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 2,75 persen pada pertemuan Januari 2020, atau penurunan bunga pertama sejak Mei 2019. Kebijakan ini didorong upaya untuk memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi Malaysia ditengah laju inflasi yang terkendali.

Sementara itu, bursa AS berakhir stagnan pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,03%) dan S&P 500 (+0,03%) masing-masing bergerak ke level 29.186,27 dan 3.321,75. Pelaku pasar masih menantikan rilis kinerja keuangan emiten Q4 2019. Data FactSet menunjukkan bahwa lebih dari 10 persen emiten AS dalam S&P 500 telah melaporkan kinerja keuangannya. 75 persen diantaranya mencatat laba yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar.

Dari ekonomi AS, penjualan stok rumah (existing home sales) di bulan Desember 2019 tumbuh 3,6% mom menjadi 5,54 juta unit (SA annual rate), atau level tertinggi sejak Februari 2018 dan proyeksi pasar (5,43 juta unit). Penjualan rumah tapak meningkat 2,7% dan apartemen sebesar 10,7%. Median harga rumah turut terkerek 7,8% menjadi USD 274.500, tertinggi sejak Januari 2016.

Publikasi kawasan regional pagi ini datang dari Jepang. Nilai ekspor (-6,3% yoy) dan impor (-4,9% yoy) Jepang pada bulan Desember masing-masing mencapai JPY 6,58 triliun dan JPY 6,73 triliun, yang membawa defisit perdagangan melebar menjadi JPY 152,5 miliar dari defisit bulan sebelumnya, JPY 85,2 miliar.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) turun ke level USD 62,66 (USD 56,14) perbarel, dan harga emas menguat ke level USD 1.561,30/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(387.57 Kb)

Preview IHSG 22 Januari 2020
January 22, 2020 08:07 WIB

Sentimen pemangkasan proyeksi ekonomi global oleh IMF dan kekhawatiran wabah Coronavirus dari China, membuat IHSG bersama dengan sebagian besar bursa Asia memerah pada perdagangan kemarin. IHSG melemah 0,11 persen ke level 6.238,15. Publikasi terbaru di kawasan regional datang dari Jepang.

Otoritas moneter Jepang-Bank of Japan menahan bunga acuan jangka pendeknya pada level -0,1% pada pertemuan Januari 2020, serta mempertahankan target yields obligasi pemerintah 10 tahun di kisaran nol persen. BOJ juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Jepang dari 0,7% menjadi 0,9% untuk tahun fiskal 2019.

Sementara itu, bursa AS melemah pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,52%) dan S&P 500 (-0,27%) masing-masing bergerak ke level 29.196,04 dan 3.320,79. Minim publikasi terbaru ekonomi AS yang masuk ke pasar. Terkait damai dagang AS-China, US Treasury Secretary Steven Mnuchin menyatakan bahwa dalam kesepakatan dagang tahap kedua, kemungkinan tidak akan menghapus semua tarif impor yang saat ini berlaku.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) turun ke level USD 64,59 (USD 58,34) perbarel, dan harga emas melemah ke level USD 1.556,20/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(387.96 Kb)

Preview IHSG 21 Januari 2020
January 21, 2020 08:14 WIB

Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG terkoreksi tajam 0,74 persen ke level 6.245,04. Sedangkan mayoritas bursa saham Asia lain berhasil mencatat kenaikan. Publikasi ekonomi regional yang masuk ke pasar datang dari China dan Jepang.

Otoritas moneter China-People's Bank of China mempertahankan suku bunga dasar kredit-loan prime rate 1 tahun dan 5 tahun tetap pada level 4,15% dan 4,80% di bulan Januari 2020. Dari ekonomi Jepang, output industri turun 1,0% mom di bulan November 2019, menyusul penurunan 4,5% mom di bulan sebelumnya. Penurunan terbesar terjadi pada industri produsen mesin, informasi dan komunikasi, perlengkapan elektronik, metal pabrikan, mesin elektrik, dan besi baja.

Harga minyak sempat melonjak lebih dari satu persen, setelah fasilitas produksi minyak Libya ditutup blokade militer. Blokade fasilitas minyak ini terjadi menyusul konflik 2 faksi yang mengklaim pemerintahan Libya.

Perdagangan di bursa AS libur memperingati Martin Luther King Day. Sementara itu, IMF memangkas proyeksi ekonomi global menjadi 2,9%, 3,3% dan 3,4% untuk tahun 2019, 2020 dan 2021. Sejumlah perkembangan positif diantaranya terkait dengan kebijakan moneter mayoritas bank sentral yang lebih akomodatif, damai dagang AS-China dan meredanya kekhawatiran no-deal Brexit. Namun, pertumbuhan ekonomi dunia masih dihadapkan pada risiko perang dagang baru AS-Uni Eropa dan kembalinya ketegangan dagang AS-China.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka memerah. Harga minyak Brent (WTI) naik ke level USD 65,20 (USD 58,74) perbarel, dan harga emas menguat ke level USD 1.560,50/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(385.99 Kb)