Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Ide Perdagangan

Preview IHSG 21 Mei 2019
May 21, 2019 08:29 WIB

Peluang makin suramnya kondisi perang dagang AS-China mendorong volatilitas pergerakan pasar Asia meningkat. Bursa saham Asia cenderung bervariasi awal minggu ini. IHSG yang sempat melemah di awal perdagangan, berhasil ditutup menguat 1,38 persen kelevel 5.907,12. Tidak hanya bursa saham, meningkatnya volatilitas juga terjadi di pasar minyak dunia. Harga minyak global terangkat pernyataan petinggi pemerintahan Arab Saudi mengenai adanya konsensus antara negara anggota OPEC dan non OPEC untuk memangkas produksi dan pasokan minyak dunia secara bertahap.

Sementara itu, bursa AS memerah pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,33%) dan S&P 500 (-0,67%) masing-masing bergerak ke level 25.679,90 dan 2.840,23. Aksi sejumlah perusahaan teknologi AS (Google, Intel, Qualcomm dan Broadcom) yang memutuskan sementara hubungan bisnisnya dengan Huawei ditanggapi negatif investor. Pergerakan saham-saham teknologi bergerak terkoreksi. Tidak ada rilis ekonomi AS terbaru yang masuk ke pasar.

Dari domestik, KPU telah menetapkan bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf merupakan pemenang pilpres 2019 pada tanggal 21 Mei 2019 dini hari. Pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapatkan dukungan 55,50% dari suara sah nasional, sementara pasangan Prabowo-Sandi memperoleh dukungan sebesar 44,50% suara sah nasional. Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi masing-masing unggul di 21 propinsi dan 13 propinsi. Pengujian keberatan penetapan ke MK akan diberikan batas waktu hingga 3 hari ke depan.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) naik ke level USD 72,07 (USD 63,24) perbarel, dan harga emas turun ke level USD 1.276,30/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(364.63 Kb)

Preview IHSG 20 Mei 2019
May 20, 2019 08:19 WIB

Sempat menguat diawal perdagangan, IHSG justru ditutup merosot akhir pekan lalu. Bersama bursa Asia yang bervariasi, IHSG melemah 1,17 persen kelevel 5.826,87. Terpuruknya IHSG dalam seminggu terakhir, membawa kinerja indeks turun hingga 5,93 persen ytd. Sentimen negatif pada perdagangan lalu tak lain adalah hambatan bisnis Huawei Technologies dan afiliasinya (black list) oleh pemerintah AS, yang dianggap berisiko mempertajam ketegangan dagang dengan China. Hal ini selanjutnya dikhawatirkan memicu aksi balasan China dan mendorong ketidakpastian negosiasi semakin tinggi.

Sementara itu, bursa AS memerah pada perdagangan Jumat lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,38%) dan S&P 500 (-0,58%) masing-masing bergerak ke level 25.764 dan 2.859,53. Seperti halnya bursa Asia, daftar negatif atas Huawei turut menyengat kinerja pasar AS. Selain itu, laporan kemungkinan penundaan negosiasi lanjutan AS-China membuat bursa terus tertekan.

Dari sisi ekonomi AS, indicator CEI dan LEI terbitan The Conference Board bulan April masing-masing naik kelevel 105,7 (+0,1% mom) dan 112,1 (+0,2% mom), menyusul kenaikan bulanan di periode sebelumnya. Keduanya menginformasi kondisi ekonomi AS dan prospeknya yang tumbuh solid. Menanjaknya indeks saham, dan optimisme konsumen terhadap ekonomi mendorong kenaikan LEI.

Rilis ekonomi terbaru di kawasan Asia datang dari Jepang. GDP Jepang Q1 2019 tumbuh 0,5% qoq, lebih tinggi dari Q1 2018 (-0,1% qoq), dan Q4 2018 (+0,4% qoq), serta di atas ekspektasi pasar (-0,1% qoq). Secara tahunan, ekonomi Jepang tumbuh 2,1%, menyusul ekspansi 1,6% di kuartal sebelumnya.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka memerah. Harga minyak Brent (WTI) naik ke level USD 72,91 (USD 63,35) perbarel, dan harga emas menguat ke level USD 1.277,20/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(366.92 Kb)

Preview IHSG 17 Mei 2019
May 17, 2019 08:23 WIB

IHSG mencatat koreksi 1,42 persen ke level 5.895,74, di tengah bursa regional yang bervariasi. Keputusan Trump menunda pengenaan tarif impor produk otomotif dari EU hingga 6 bulan mendatang, belum mampu mendongkrak kinerja pasar.

Dari domestik, RDG Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00 persen, dengan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility masing-masing sebesar 5,25 persen, dan 6,75 persen. Meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan, eskalasi perang dagang, pemulihan ekonomi global dan ekonomi domestik yang yang lebih rendah dari perkiraan, serta melemahnya Rupiah, menjadi sejumlah pertimbangan kebijakan yang diambil.

Sementara itu, bursa AS kembali menghijau pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,84%) dan S&P 500 (+0,89%) masing-masing bergerak ke level 25.862,68 dan 2.876,32. Penguatan indeks ditopang naiknya saham-saham perbankan, teknologi dan peritel AS. Terkait dengan China, pemerintah AS memasukkan Huawei Technologies dan afiliasinya dalam daftar larangan bisnis AS. Hal ini membuat raksasa perusahaan teknologi tersebut akan sulit berbisnis dengan mitra perusahaan AS, dan diprediksi mempertajam ketegangan dagang dengan China.

Dari sisi ekonomi AS, klaim tunjangan pengangguran mingguan AS (per 11 Mei 2019) menurun 16 ribu aplikasi menjadi 212 ribu aplikasi. Rerata 4 mingguannya meningkat 4.750 aplikasi menjadi 225 ribu aplikasi. Di sektor perumahan, pembangunan rumah baru di bulan April 2019 tumbuh 5,7% mom (-2,5% yoy) menjadi 1,235 juta unit (SA annual rate), menyusul kenaikan 1,7% mom di bulan sebelumnya. Izin mendirikan bangunan turut meningkat 0,6% mom (-5% yoy) menjadi 1,296 juta unit.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka menguat. Harga minyak Brent (WTI) naik ke level USD 72,84 (USD 63,19) perbarel, dan harga emas turun ke level USD 1.285,50/troy ounce.

Download artikel selengkapnya(356.29 Kb)