Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Trading Ideas
SAPA MENTARI, 23 September 2022 - BRI Danareksa Sekuritas
September 23, 2022 07:52

SAPA MENTARI, 23 September 2022

Strategy: Fuel Price HikeRisk Assessment

Kenaikan harga BBM bersubsidi berdampak pada daya beli konsumen, sehingga Pemerintah baru-baru ini mengumumkan tambahan bantuan sosial sebesar IDR24tn pada 1 September 2022. Lebih lanjut, inflasi yang lebih tinggi memicu kenaikan suku bunga, sehingga Analis kami memperkirakan segmen construction beresiko lebih tinggi diikuti sektor banking, property, dan poultry yang memiliki risiko menengah. Sebagai informasi terkait pelemahan rupiah akan berdampak negatif terhadap pendapatan Perusahaan, sektor pharma dan poultry dinilai memiliki risiko tinggi, selanjutnya sektor banking, consumer staples, dan tower & telcos memiliki risiko rendah hingga sedang serta sektor commodities memiliki risiko rendah.

Full Report : http://dmia.danareksaonline.com/Upload/20220905%20Strategy.pdf

BBTN (BUY, TP IDR2,500) : 8M22 Result Highlights

BBTN memperoleh laba bersih pada 8M22 mencapai IDR2tn (+57% YoY) didorong oleh pertumbuhan pinjaman, biaya kredit tahunan dan Cost Income Ratio (CIR) yang lebih rendah masing-masing sebesar 6.5% YoY, 130bps, dan 54.9% YoY. Lebih lanjut, CASA tercatat tumbuh 16.4% YoY pada 8M22 menjadi 45.1% dari total simpanan. Analis kami memprediksi laba bersih BBTN dapat mencapai IDR2.6tn didukung oleh pertumbuhan pinjaman, NIM, dan biaya kredit masing-masing 11.1% YoY, 3.6%, dan 113bps, sehingga merekomendasikan BUY dengan TP IDR2,500.

Source : BRI Danareksa Sekuritas

Ramayana Lestari Sentosa (RALS) : Perolehan Kinerja 1H22

RALS memberi sinyal akan membagikan dividen seiring dengan kinerja Perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan di 1H22. Lebih lanjut, RALS membukukan kenaikan pendapatan bersih pada 1H22 mencapai +8.10% YoY atau sebesar IDR1.85tn (vs IDR1.71tn pada 1H21) yang ditopang oleh pertumbuhan penjualan barang beli putus sebesar +5.71% YoY atau senilai IDR1.44tn (vs IDR1.37tn pada 1H21) diikuti dengan laba bersih Perusahaan meningkat +107.53% YoY atau setara IDR286.03bn (vs IDR137.82bn pada 1H21).

Source : Market Bisnis

Bank Indonesia : Kenaikan BI7DRR Menjadi 4.25%

Bank Indonesia menaikkan BI7DRR sebesar 50bps menjadi 4.25% (BRIDS/Cons:4%) sebagai langkah pre-emptive dan forward looking. Menurut Ekonom kami, BI menggunakan taktik front-loading karena pertumbuhan ekonomi dan permintaan masih kuat untuk menahan laju peningkatan suku bunga. Lebih lanjut, BI memprediksi pertumbuhan PDB FY2022 dalam rentang 4.5%-5.3% dan inflasi akhir tahun akan sedikit lebih tinggi dari 6% YoY dengan inflasi inti akan mencapai 4.6% YoY.

Source : BRI Danareksa Sekuritas

Corporate Action

1 Public Expose : PNGO

2 RUPS : BRIS

3 Cum Date Cash Devidend : SMMT (Golden Eagle Energy Tbk), Price : 60

4 Ex Date Cash Devidend : MBAP, BSSR

5 IPO Pooling : -

6 Rights Issue : -

Trading Ideas by Technical Analyst BRIDS

  • Composite Daily

Last Price : 7,218

IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung menguat terbatas, Indikator MACD negatif melemah, Indikator Stochastic netral  menguat, Indikator RSI netral menguat

  • ELSA – Trading Buy

Trading Range : 320 - 346

Volume transaksi stabil dibawah rata-rata, Indikator MACD negatif menguat, Indikator Stochastic netral konsolidasi, Indikator RSI netral konsolidasi

  • BRIS – Trading Buy

Trading Range : 1,490 – 1,555

Volume transaksi stabil dibawah rata-rata, Indikator MACD positif menguat, Indikator Stochastic netral konsolidasi, Indikator RSI netral konsolidasi

  • JPFA – Buy On Weakness

Trading Range : 1,480 – 1,525

Volume transaksi stabil dibawah rata-rata, Indikator MACD negatif melemah berpotensi golden cross, Indikator Stochastic netral konsolidasi, Indikator RSI netral konsolidasi

  • TPIA - Sell

Trading Range : 2,490 – 2,670

Volume transaksi  meningkat diatas rata-rata, Indikator MACD positif melemah, Indikator Stochastic netral konsolidasi, Indikator RSI netral konsolidasi

  • ACES - Sell

Trading Range : 590 - 675

Volume transaksi meningkat diatas rata-rata, Indikator MACD negatif negatif menguat, Indikator Stochastic netral konsolidasi, Indikator RSI  netral melemah menuju oversold