Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Trading Ideas
SAPA MENTARI, 25 November 2021 - BRI Danareksa Sekuritas
November 25, 2021 07:18

SAPA MENTARI, 25 November 2021

Consumer (Neutral) : To Benefit From Economic Recovery

Potensi pertumbuhan GDP pada 2022 diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, meskipun ada kemungkinan kenaikan inflasi didalamnya. Hal ini menyebabkan pemain konsumer harus menyesuaikan harga penjualan kedepannya. Oleh karenanya, kami memberikan estimasi pertumbuhan laba bersih secara sektoral dapat mencapai +7.9% YoY pada FY22F.  

Full Report : Lihat disini

Pharmaceutical (Neutral) : Good Prospects

Kami melihat adanya potensi pertumbuhan yang solid pada sektor pharmaceutical di FY22F, didukung oleh kenaikan tingkat vaksinasi, perbaikan perekonomian, dukungan Pemerintah terhadap sumber daya daerah bagi industri pharmaceutical, dan perubahan pola hidup masyarakat yang lebih sehat. Hal-hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan demand terhadap vitamin dan mineral sehingga menjadi booster bagi volume penjualan. 

Full Report : Lihat disini  

Telkom Indonesia (TLKM, BUY TP4600) : Solid Operational 3Q21 Result

Pendapatan operasional TLKM bertumbuh sebanyak +2.9% QoQ seiring dengan pertumbuhan segmen enterprise. Sementara, Indihome mencatatkan pertumbuhan sebanyak +4.8% QoQ. EBITDA margin jauh membaik ke level 55.2%, bahkan lebih baik dari kinerja secara akumulasi selama 9M21 yakni 54.6%. Report selengkapnya akan dirilis setelah earnings call dengan TLKM.  

(Source : BRI Danareksa Sekuritas, Company)

Kebijakan Fiskal : Rencana Kenaikan Tarif PBB Pedesaan dan Perkotaan

Setelah menaikkan tarif PPN pada 1 April 2022 lalu, Pemerintah berencana menaikkan juga tarif PBB perkotaan dan pedesaan melalui RUU tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Dalam RUU tersebut, batas atas PBB ditetapkan sebesar 0.5% dari sebelumnya 0.3%. Selanjutnya, RUU tersebut akan diajukan pada Rapat Paripurna DPR RI untuk disahkan menjadi UU.

(Source : Kontan)

Bank Indonesia : Proyeksi Pertumbuhan GDP Indonesia FY22F

BI memperkirakan kinerja ekonomi Indonesia pada 2022 bisa tumbuh di kisaran 4.7% - 5.5% atau membaik dari tahun ini yang diperkirakan mencapai 3.4% -4%. Hal ini didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada kinerja ekspor yang tetap kuat, serta meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi.

(Source : Investor Daily)

Trading Ideas by Technical Analyst BRIDS

  • Composite Daily

Last Price : 6.683

IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung melemah terbatas, Indikator MACD negatif menguat, Indikator Stochastic netral konsolidasi, Indikator RSI netral konsolidasi.

  • ANTM – Trading Buy

Trading Range : 2.350 – 2.500

Volume transaksi meningkat di atas rata-rata, Indikator MACD positif menguat, Indikator Stochastic netral menguat menuju area oversold, Indikator RSI netral menguat menuju area oversold.

  • AALI – BUY On Weakness

Trading Range : 10.100 – 10.475

Volume transaksi stabil di bawah rata-rata, Indikator MACD negatif menguat, Indikator Stochastic melemah menuju oversold, Indikator RSI melemah menuju oversold.

  • HRUM – BUY On Breakout

Trading Range : 9.025 – 10.350

Indikator volume transaksi meningkat diatas rata-rata, Indikator MACD positif menguat, Indikator Stochastic netral menguat menuju area overbought, Indikator RSI menguat dalam area overbought.

  • CLEO – SELL

Trading Range : 462 - 480

Volume transaksi stabil di bawah rata-rata, Indikator MACD negatif menguat, Indikator Stochastic netral melemah, Indikator RSI netral melemah.

  • WMUU – SELL

Trading Range : 166 - 180

Volume transaksi meningkat di bawah rata-rata, Indikator MACD negatif menguat, Indikator Stochastic netral melemah menuju oversold, Indikator RSI netral melemah menuju oversold.