Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Trading Ideas
SAPA MENTARI, 08 April 2021 - BRI Danareksa Sekuritas
April 08, 2021 07:34

SAPA MENTARI, 08 April 2021

Summarecon (SMRA, BUY – TP 1300) Strong Core Net Profit Amid the Pandemic

SMRA membukukan laba bersih dari bisnis utama pada 4Q20 sebesar IDR461bn (+130% YoY), dari kinerja rugi bersih yang terjadi selama 2 kuartal sebelumnya. Sementara laba bersih yang dilaporkan tercatat IDR192bn (-4% YoY), menjadikan laba bersih FY20 adalah IDR180bn (-65% YoY). Dengan masih adanya pandemi, kinerja SMRA di 4Q20 terhitung luar biasa, hal ini ditopang kuatnya pertumbuhan penjualan dari pengembangan properti dan investasi properti yang berhasil mencetak gross margin 34% (vs 3Q20 : 10%, 4Q19 : 55%).

Full report : klik disini.

Logistic

Tim analis kami kemarin mengadakan conference call dengan Paxel, sebuah perusahaan logistic yang menawarkan jasa antar barang pada hari yang sama. Dengan adanya pandemi covid19 yang mengharuskan semua orang untuk tetap tinggal dirumah masing-masing, telah meningkatkan transformasi e-commerce di industri retail. Menurut Redseer, pertumbuhan transaksi ecommerce di Indonesia pada 2020 mencapai USD37bn (+61% YoY) yang didukung oleh percepatan pertumbuhan bisnis retail secara online, integrasi IoT pada skala industri kecil, sedang dan menengah, jasa layanan pengantaran yang lebih cepat dan terjangkau dengan jaringan di seluruh Indonesia, serta kualitas kecepatan pengantaran. Menurut Paxel, saat ini tantangan pada industri logistic adalah adanya perang harga yang mengakibatkan tekanan pada margin.

Full report : klik disini.

Mayora (MYOR)

Manajemen MYOR mengumumkan guidance kisaran pertumbuhan pendapatan FY2021F di +10% YoY, didukung adanya peluncuran produk baru. Tahun lalu, MYOR meluncurkan beberapa produk baru dan berhasil membukukan hasil yang positif untuk menjaga kinerja penjualan. Selain itu MYOR juga berencana untuk membangun pabrik kopi Torabika di Filipina dengan total investasi USD70mn sebagai solusi dari kebijakan SSG (Special Safety Guard) yang diimplementasikan oleh Pemerintah Filipina. Langkah ini masih searah dengan strategi Perusahaan untuk fokus pada peningkatan pasar ekspor di beberapa negara Asean. Sementara itu, target pertumbuhan yang ditetapkan oleh Manajemen seiring dengan proyeksi Analis kami, namun dengan meningkatnya harga komoditi yang merupakan bahan dasar dari beberapa produk MYOR menimbulkan adanya potensi tekanan pada margin tahun ini.

Aneka Tambang (ANTM)

ANTM menetapkan dividen tunai senilai IDR402.27bn atau senilai dengan 35% dari laba bersih tahun buku 2020. Sebagai informasi, ANTM membukukan laba bersih FY20 sebesar IDR1.14tn (+492% YoY). Untuk tahun ini, ANTM menganggarkan capex senilai IDR2.84tn yang akan digunakan untuk pengembangan usaha termasuk 2 smelter yang masih berjalan dan ekspansi baru yang tengah direncanakan. Salah satunya adalah semelter ferronickel di Halmahera Timur yang konstruksinya telah mencapai 98%. Pabrik ini nantinya ditargetkan akan memiliki kapasitas 13,500 ton nikel dalam ferronickel (TNi) sehingga bisa menambah total kapasitas produksi menjadi 40,500 TNi dari saat ini 27,000 TNi.

Trading Ideas by Hadyatma Dahna Marta (Technical Analyst BRIDS)

  • Composite

Trading Range : 5875 - 6080

IHSG diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat, Indikator MACD negatif melemah, Indikator stochastic netral menguat, Indikator RSI netral menguat.

  • SCMA – Trading BUY

Trading Range : 1675 - 1850

Volume transaksi meningkat diatas rata-rata, Indikator MACD positif menguat, Indikator Stohastic  netral menguat, Indikator RSI netral menguat.

  • EXCL – Trading BUY

Trading Range : 2100 - 2250

Indikator MACD positif menguat, Indikator Stohastic netral menguat, Indikator RSI overbought.

  • ANTM – Trading BUY

Trading Range : 2230 - 2440

Indikator MACD positif menguat, Indikator Stochastic netral menguat, Indikator RSI netral.

  • ERAA – SELL

Trading Range : 486 - 520

Volume Transaksi menurun, Indikator MACD negatif menguat, Indikator Stochastic netral, Indikator RSI oversold.

  • KAEF – SELL

Trading Range : 2420 - 2640

Volume transaksi rendah, Indikator MACD negative, Indikator Stochastic dead cross di area oversold, Indikator RSI oversold.