Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 16 September 2020
September 16, 2020 14:20

Highlights:

Danareksa government bonds yield index declined 1.13bps from 6.302% to 6.290%

The results of the SBSN auction on September 15, 2020 showed a decline from the previous SBSN auction. Total incoming bids on September 15 reached IDR 20.9 trillion, with a total amount awarded of IDR 9.5 trillion. Meanwhile, at the previous SBSN auction on September 1, 2020, the total incoming bids was IDR 38.3 trillion, with a total amount awarded of IDR 9.5 trillion. The yield on Government bonds reached the level of 6.9% on September 15, up 5 bps from the previous SBSN auction date (September 1), which was 6.86%.

Government bonds volume was IDR7.15 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR23.01 trillion and it was lower than its YTD average of IDR34.66 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1052.77 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR2367.50 billion and it was lower than its YTD average of IDR1305.94 billion.

IDR strengthened 0.24% against USD from 14,880 to 14,845 whilst JCI was down -1.18% from 5,162 to 5,101.

FR0082 yield was down by 2.30bps from 6.899% to 6.876%

Brent rose from 38.88 to 39.09 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price advanced from 37.26 to 37.55 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami penurunan 1.13bps dari 6.302% menjadi 6.290%

Hasil lelang SBSN pada 15 September 2020 menunjukkan penurunan dari lelang SBSN sebelumnya. Total penawaran yang masuk pada 15 September mencapai Rp 20.9 triliun, dengan total nominal yang dimenangkan sebesar Rp 9.5 triliun. Sementara pada lelang SBSN 1 September 2020, total penawaran yang masuk sebesar Rp 38.3 triliun, dengan total nominal yang dimenangkan juga Rp 9.5 triliun. Yield pada obligasi Pemerintah mencapai level 6,9% di 15 September, naik 5 bps dari tanggal lelang SBSN sebelumnya (1 September), yaitu 6,86%.

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp7.15 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut menurun dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp23.01 triliun namun angka tersebut lebih rendah dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp34.66 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1052.77 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut turun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp2367.50 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1305.94 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.24% terhadap US Dollar, dari 14,880 menjadi 14,845 sedangkan IHSG menurun -1.18% dari 5,162 menjadi 5,101.

FR0082 yield turun by 2.30bps dari 6.899% menjadi 6.876%

Harga brent meningkat dari 38.88 menjadi 39.09 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 37.26 menjadi 37.55 USD per barrel.