Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Trading Ideas
Preview IHSG 11 Februari 2020
February 11, 2020 08:21

Mayoritas bursa Asia melemah di perdagangan awal pekan ini, dengan IHSG terkoreksi 0,79 persen ke level 5.952,08. Pelaku pasar mencermati dampak wabah Corona terhadap perkembangan manufaktur China. Publikasi ekonomi terkini datang dari domestik dan China.

Dari domestik, defisit neraca transaksi berjalan pada Q4 2019 tercatat sebesar USD 8,1 miliar (2,84% dari PDB), ditopang oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat. Meningkatnya surplus neraca perdagangan nonmigas terutama dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas di tengah kinerja ekspor nonmigas yang belum kuat. Selanjutnya, surplus transaksi modal dan finansial Q4 2019 tercatat sebesar USD 12,4 miliar, lebih tinggi dari surplus Q3 2019 sebesar USD 7,4 miliar. Besarnya surplus tersebut terutama didorong oleh tingginya arus masuk investasi portofolio yang bersumber dari penerbitan obligasi global baik pemerintah maupun korporasi. Dengan perkembangan tersebut, Neraca Pembayaran Indonesia-NPI Q4 2019 mencatat surplus sebesar USD 4,3 miliar, membaik dibandingkan defisit Q3 2019 sebesar USD 46 juta.

Dari ekonomi China, laju inflasi China di bulan Januari mencapai 1,4% mom, atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya 0,4% mom. Secara tahunan, harga barang dan jasa di tingkat konsumen dari 4,5% menjadi 5,4% yoy tertinggi dalam 8 tahun, didorong naiknya harga komponen makanan (+20,6% yoy) dan komponen non makanan (+1,6% yoy). Sedangkan harga di tingkat produsen meningkat 0,1% yoy, setelah turun 0,5% yoy di bulan sebelumnya, tertinggi sejak Mei 2019.

Sementara itu, bursa AS menanjak pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,60%) dan S&P 500 (+0,73%) masing-masing bergerak ke level 29.276,82 dan 3.352,09. Sentimen penggerak pasar datang dari rilis kinerja keuangan kuartalan emiten yang lebih baik dari ekspektasi pasar. Penguatan saham dipimpin saham-saham teknologi.

Dari ekonomi Eropa, indikator sentimen investor-Sentix Economic Index bulan Februari 2020 turun ke level 5,2 dari level 7,6. Optimisme investor menurun menyusul penyebaran virus Corona yang meningkatkan ketidakpastian pemulihan ekonomi global.
Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka menghijau. Harga minyak Brent (WTI) melemah ke level USD 53,27 (USD 49,81) perbarel, dan harga emas turun ke level USD 1.575,20/troy ounce.