Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Trading Ideas
Preview IHSG 21 Januari 2020
January 21, 2020 08:14

Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG terkoreksi tajam 0,74 persen ke level 6.245,04. Sedangkan mayoritas bursa saham Asia lain berhasil mencatat kenaikan. Publikasi ekonomi regional yang masuk ke pasar datang dari China dan Jepang.

Otoritas moneter China-People's Bank of China mempertahankan suku bunga dasar kredit-loan prime rate 1 tahun dan 5 tahun tetap pada level 4,15% dan 4,80% di bulan Januari 2020. Dari ekonomi Jepang, output industri turun 1,0% mom di bulan November 2019, menyusul penurunan 4,5% mom di bulan sebelumnya. Penurunan terbesar terjadi pada industri produsen mesin, informasi dan komunikasi, perlengkapan elektronik, metal pabrikan, mesin elektrik, dan besi baja.

Harga minyak sempat melonjak lebih dari satu persen, setelah fasilitas produksi minyak Libya ditutup blokade militer. Blokade fasilitas minyak ini terjadi menyusul konflik 2 faksi yang mengklaim pemerintahan Libya.

Perdagangan di bursa AS libur memperingati Martin Luther King Day. Sementara itu, IMF memangkas proyeksi ekonomi global menjadi 2,9%, 3,3% dan 3,4% untuk tahun 2019, 2020 dan 2021. Sejumlah perkembangan positif diantaranya terkait dengan kebijakan moneter mayoritas bank sentral yang lebih akomodatif, damai dagang AS-China dan meredanya kekhawatiran no-deal Brexit. Namun, pertumbuhan ekonomi dunia masih dihadapkan pada risiko perang dagang baru AS-Uni Eropa dan kembalinya ketegangan dagang AS-China.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka memerah. Harga minyak Brent (WTI) naik ke level USD 65,20 (USD 58,74) perbarel, dan harga emas menguat ke level USD 1.560,50/troy ounce.