Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Trading Ideas
Preview IHSG 20 Januari 2020
January 20, 2020 08:01

Publikasi data ekonomi China yang sejalan dengan ekspektasi pasar berhasil menopang kinerja pasar regional pada perdagangan akhir pekan kemarin. Ditengah pasar Asia yang menghijau, IHSG naik tipis 0,09 persen ke level 6.291,66.

Publikasi ekonomi terbaru yang masuk ke pasar datang dari China. GDP China Q4 2019 tumbuh stabil 6,0% yoy, seperti halnya kuartal sebelumnya. Kinerja ekonomi ini merupakan pertumbuhan paling lambat sejak Q1 1992, seiring lesunya konsumsi domestik dan permintaan global. Untuk satu tahun penuh 2019, ekonomi China tumbuh 6,1%, terendah dalam 29 tahun, meski tetap dalam range target pemerintah 6,0-6,5%.

Investasi aset tetap China tumbuh berakselerasi 5,4% menjadi CNY 55,15 triliun pada periode Januari-Desember 2019, lebih tinggi dari periode sebelumnya sebesar 5,2%, dan konsensus pasar (+5,2%). Output industri China tumbuh 6,9% yoy di bulan Desember 2019, lebih cepat dari bulan sebelumnya sebesar 6,2%, ditopang kenaikan output sektor manufaktur, pertambangan dan utilitas. Di sektor konsumen, penjualan retail tumbuh stabil 8,0% yoy (vs +7,8% ekspektasi) di bulan Desember 2019 seperti bulan sebelumnya. Belanja konsumen meningkat untuk produk garmen, kosmetik, perhiasan, perlengkapan rumah tangga, dan furniture.

Dari ekonomi Eropa, harga barang dan jasa meningkat 0,3% mom di bulan Desember 2019, menyusul penurunan 0,3% mom. Harga komponen energi (+0,2%) dan non energi (+0,5%) tercatat berakselerasi. Secara tahunan, laju inflasi meningkat dari 1,0% yoy menjadi 1,3% yoy.

Sementara itu, bursa AS menanjak pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,17%) dan S&P 500 (+0,39%) masing-masing bergerak ke level 29.348,10 dan 3.329,62. Publikasi kinerja keuangan emiten dan data ekonomi AS terbaru menjadi sentimen positif penggerak pasar.

Dari sektor perumahan AS, pembangunan rumah baru (housing starts) tumbuh 16,9% mom menjadi 1,61 juta unit (SA annual rate) di bulan Desember 2019, atau tertinggi sejak Desember 2006. Kenaikan ini ditopang naiknya pembangunan rumah tapak sebesar 11,2% menjadi 1,06 juta unit, dan pembangunan rumah susun atau apartemen sebesar 29,8% menjadi 553 ribu unit. Sedangkan untuk izin mendirikan bangunan (building permits) di periode yang sama turun 3,9% mom menjadi 1,416 juta unit (SA annual rate).

Output industri AS turun 0,3% mom di bulan Desember 2019, menyusul pertumbuhan 0,8% mom di bulan sebelumnya. Perubahan cuaca membuat permintaan output utilitas menurun, sementara output sektor pertambangan dan manufaktur meningkat.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka menghijau. Harga minyak Brent (WTI) naik ke level USD 65,69 (USD 59,20) perbarel, dan harga emas melemah ke level USD 1.557,7/troy ounce.