Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Trading Ideas
Preview IHSG 15 Januari 2020
January 15, 2020 08:01

Sentimen damai dagang AS-China dan dikeluarkannya China dari daftar currency manipulator, mendorong bursa Asia ditutup bervariasi. Pada perdagangan kemarin, IHSG bersama dengan indeks saham regional naik 0,46 persen ke level 6.325,41. Publikasi kinerja perdagangan luar negeri yang datang dari China, ikut memengaruhi pergerakan pasar.

Nilai ekspor dan impor China bulan Desember 2019 tercatat meningkat masing-masing menjadi USD 237,65 miliar (+7,6% yoy) dan USD 190,85 miliar (+16,3% yoy). Melesatnya impor membawa surplus perdagangan China turun dari USD 56,80 miliar menjadi USD 46,79 miliar (vs surplus USD 48,0 miliar ekspektasi).

Sementara itu, bursa AS berakhir variatif pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,11%) dan S&P 500 (-0,15%) masing-masing bergerak ke level 28.939,67 dan 3.283,15. Rilis kinerja keuangan 2019 sejumlah emiten yang sejalan dengan prediksi pasar berhasil menopang laju indeks.

Dari ekonomi AS, laju inflasi bulanan melambat dari 0,3% mom menjadi 0,2% mom di bulan Desember 2019. Secara tahunan, harga barang dan jasa di tingkat konsumen meningkat dari 2,1% yoy menjadi 2,3% yoy, atau level tertinggi dalam 14 bulan. Kenaikan bulanan tertinggi terjadi pada kelompok produk BBM, perumahan dan kesehatan. Di sektor usaha menengah, indikator NFIB Small Business Optimism Index turun dari 104,7 menjadi 102,7 di bulan Desember 2019. Optimisme pebisnis UMKM AS sedikit menurun, seiring ekspektasi penjualan dan laba yang lebih rendah. Hal ini terkait kekhawatiran meningkatnya ketidakpastian di tahun politik.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) turun ke level USD 64,49 (USD 58,14) perbarel, dan harga emas menguat ke level USD 1.549,70/troy ounce.