Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Trading Ideas
Preview IHSG 03 Desember 2019
December 03, 2019 08:29

Data manufaktur China yang lebih baik dari ekspektasi pasar memicu kenaikan indeks pasar Asia. Bersama dengan bursa regional, IHSG berhasil menanjak 1,18 persen ke level 6.082,79. Publikasi di awal pekan kemarin didominasi rilis data terkini manufaktur sejumlah negara.

Indikator manufaktur China-Caixin Manufacturing PMI bulan November naik ke level 51,8 dari level bulan sebelumnya, 51.7. Ekspansi sektor manufaktur usaha kecil dan menengah tercatat terus terjadi dalam 4 bulan terakhir, didorong pertumbuhan output, dan order baru, serta pesanan ekspor yang naik untuk pertama kali dalam 1,5 tahun. Sementara itu, indikator manufaktur Jepang-Jibun Bank Japan Manufacturing PMI yang naik dari level 48,4 ke level 48,9 di bulan November 2019. Permintaan ekspor dan produksi output menurun, membawa aktivitas manufaktur Jepang masih di zona kontraksi.

Dari domestik, laju inflasi Indonesia di bulan November mencapai 0,14% mom (+3,00% yoy), atau lebih rendah dari median konsensus ekonom sebesar 0,20% mom. Tekanan harga datang dari komponen bahan makanan (+0,37% mom), makanan jadi (+0,25% mom), dan perumahan (+0,12% mom), sementara harga pada komponen transportasi (-0,07% mom) masih menurun.

Indikator IHS Markit Eurozone Manufacturing PMI tercatat naik dari level 45,9 ke level 46,9 di bulan November 2019. Level PMI dibawah 50 menjadi indikasi kontraksi sektor manufaktur Eropa dalam 10 bulan terakhir, menyusul turunnya order baru, output produksi, order ekspor dan serapan tenaga kerja.

Sementara itu, bursa AS melemah pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,96%) dan S&P 500 (-0,86%) masing-masing bergerak ke level 27.783,04 dan 3.113,87. Data manufaktur AS yang mengecewakan pelaku pasar, membuat kinerja indeks pasar AS terjungkal di perdagangan awal Desember ini. Aksi ambil untung juga turut menekan pasar.

Indikator ISM Manufacturing PMI bulan November 2019 turun ke level 48,1 dari level bulan Oktober 48,3, dan lebih rendah dari ekspektasi pasar 49,2. Hasil survey terhadap pelaku bisnis menunjukkan menurunnya order baru, permintaan ekspor baru dan serapan tenaga kerja di pasar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sektor manufaktur AS masih berkontraksi.

Harga minyak dunia terkerek seiring spekulasi pemangkasan output produksi OPEC pada pertemuan minggu ini, dan rilis data manufaktur China yang lebih baik dari prediksi pasar. OPEC dan negara pengekspor minyak lainnya diprediksi akan melanjutkan rencana penurunan produksi minyak setidaknya 400 ribu barel per hari.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka memerah. Harga minyak Brent (WTI) naik ke level USD 60,92 (USD 56,10) perbarel, dan harga emas melemah ke level USD 1.467,30/troy ounce.