Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 29 November 2019
November 29, 2019 10:58

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was up 0.13bps from 6.947% to 6.948%

The Bank of Korea left its key interest rate unchanged Friday, opting to preserve policy room after two rate cuts this year to support an economy hurt by global trade tensions. South Korea's central bank kept the seven-day repurchase rate at 1.25% in its last decision of the year, as expected. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR13.76 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR19.00 trillion and it was lower than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR13.76 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR19.00 billion and it was higher than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR strengthened 0.02% against USD from 14,095 to 14,092 whilst JCI declined -1.16% from 6,023 to 5,953.

FR0078 yield fell by 2.80bps from 7.060% to 7.032% while RI28 yield stabled by 0.0bps from 2.974% to 2.974%.

Brent increased from 63.66 to 63.87 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price stabled from 58.11 to 58.11 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 0.13bps dari 6.947% menjadi 6.948%

Bank of Korea menetapkan suku bunga utamanya tidak berubah pada hari Jumat, memilih untuk mempertahankan ruang kebijakan setelah dua pemotongan suku bunga tahun ini untuk mendukung ekonomi yang dirugikan oleh ketegangan perdagangan global. Bank sentral Korea Selatan mempertahankan seven-day repurchase rate pada 1,25% dalam keputusan terakhir tahun ini, seperti yang diharapkan. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp13.76 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut menurun dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp19.00 triliun namun angka tersebut lebih rendah dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp2660.92 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1134.23 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.02% terhadap US Dollar, dari 14,095 menjadi 14,092 sedangkan IHSG menurun -1.16% dari 6,023 menjadi 5,953.

FR0078 yield mengalami penurunan by 2.80bps dari 7.060% menjadi 7.032% sementara itu yield RI28 stabil sebesar 0.0bps dari 2.974% menjadi 2.974%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 63.66 menjadi 63.87 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot stabil dari 58.11 menjadi 58.11 USD per barrel.