Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 27 November 2019
November 27, 2019 09:54

Highlights:

Danareksa government bonds yield index advanced 0.58bps from 6.931% to 6.937%

U.S. President Donald Trump declared Tuesday that talks with China on the first phase of a trade deal were near completion after negotiators from both sides spoke by phone, signaling progress on an accord in the works for nearly two years. "We're in the final throes of a very important deal," Trump told reporters at the White House. "It's going very well." (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR44.90 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR12.84 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR44.90 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR12.84 billion and it was higher than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR weakened 0.01% against USD from 14,086 to 14,088 whilst JCI fell -0.73% from 6,071 to 6,026.

FR0078 yield rose by 1.20bps from 7.040% to 7.052% while RI28 yield dropped by -2.1bps from 2.996% to 2.975%.

Brent was up from 63.05 to 63.70 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price advanced from 57.94 to 58.41 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index meningkat 0.58bps dari 6.931% menjadi 6.937%

Presiden A.S. Donald Trump menyatakan pada hari Selasa bahwa pembicaraan dengan China pada fase pertama perjanjian perdagangan hampir selesai setelah perunding dari kedua belah pihak berbicara melalui telepon, hal ini menandakan kemajuan pada kesepakatan yang dikerjakan selama hampir dua tahun. "Kami berada di ujung dari sebuah perjanjian yang sangat penting," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih. "Ini berjalan sangat baik." (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp44.90 triliun, dan dinominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Angka tersebut meningkat dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp12.84 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1113.96 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp501.65 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.01% terhadap US Dollar, dari 14,086 menjadi 14,088 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.73% dari 6,071 menjadi 6,026.

FR0078 yield meningkat by 1.20bps dari 7.040% menjadi 7.052% sementara itu yield RI28 menurun sebesar -2.1bps dari 2.996% menjadi 2.975%.

Harga brent naik dari 63.05 menjadi 63.70 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 57.94 menjadi 58.41 USD per barrel.