Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 26 November 2019
November 26, 2019 10:11

Highlights:

Danareksa government bonds yield index decreased 0.63bps from 6.937% to 6.930%

Federal Reserve Chairman Jerome Powell signaled that interest rates are unlikely to rise anytime soon, saying that the central bank remains firmly committed to meeting its inflation goals. The Fed considers a 2% inflation rate to be a signal of sustainable growth and a level that keeps interest rates high enough to allow for mobility in the event of an economic downturn. However, inflation has run well below that level for 2019 despite three interest rates cuts over the past four months. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR12.84 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR14.66 trillion and it was lower than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR12.84 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR14.66 billion and it was lower than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR strengthened 0.04% against USD from 14,092 to 14,086 whilst JCI was down -0.48% from 6,100 to 6,071.

FR0078 yield climbed up by 0.20bps from 7.038% to 7.040% while RI28 yield climbed up by 0.1bps from 2.995% to 2.996%.

Brent rose from 62.98 to 63.05 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price was up from 57.70 to 57.94 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 0.63bps dari 6.937% menjadi 6.930%

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan bahwa suku bunga tidak mungkin naik dalam waktu dekat, ia mengatakan bahwa bank sentral tetap berkomitmen untuk memenuhi sasaran inflasi. The Fed menganggap tingkat inflasi 2% sebagai sinyal pertumbuhan yang berkelanjutan dan tingkat  suku bunga cukup tinggi untuk memungkinkan mobilitas jika terjadi penurunan ekonomi. Namun, inflasi telah berada jauh di bawah tingkat itu untuk 2019 meskipun ada tiga pemotongan suku bunga selama empat bulan terakhir (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp12.84 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut menurun dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp14.66 triliun namun angka tersebut lebih rendah dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp501.65 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp830.10 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.04% terhadap US Dollar, dari 14,092 menjadi 14,086 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.48% dari 6,100 menjadi 6,071.

FR0078 yield meningkat by 0.20bps dari 7.038% menjadi 7.040% sementara itu yield RI28 mengalami peningkatan sebesar 0.1bps dari 2.995% menjadi 2.996%.

Harga brent meningkat dari 62.98 menjadi 63.05 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 57.70 menjadi 57.94 USD per barrel.