Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 22 November 2019
November 22, 2019 10:14

Highlights:

Danareksa government bonds yield index increased 2.20bps from 6.920% to 6.942%

House Democrats and the Trump administration did not come to a deal on moving forward with the United States-Mexico-Canada Agreement during a meeting Thursday. Lawmakers and the White House have worked for weeks to resolve Democratic concerns about enforcement tools for labor and environmental standards under the deal, known as the United States-Mexico-Canada Agreement. Leaving a meeting with House Speaker Nancy Pelosi and U.S. Trade Representative Robert Lighthizer, House Ways and Means Committee Chairman Richard Neal said the sides made progress but did not strike a final agreement. (CNBC)

Government bonds volume was IDR20.47 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR20.96 trillion but it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR20.47 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR20.96 billion and it was lower than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR strengthened 0.02% against USD from 14,095 to 14,092 whilst JCI decreased -0.61% from 6,155 to 6,117.

FR0078 yield rose by 2.90bps from 7.030% to 7.059% while RI28 yield decreased by -0.3bps from 2.988% to 2.985%.

Brent advanced from 62.61 to 63.07 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price increased from 57.11 to 58.53 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 2.20bps dari 6.920% menjadi 6.942%

Presiden Donald Trump mengatakan AS akan menaikkan tarif pada Cina jika langkah pertama dari perjanjian yang lebih luas tidak tercapai. "Jika kita tidak membuat kesepakatan, kita akan menaikkan tarif itu," katanya Selasa dalam pidatonya di Economic Club of New York. “Tarif tersebut akan dibesarkan dengan sangat substansial. Dan itu akan berlaku untuk negara-negara lain yang juga memperlakukan kami dengan tidak adil. "(Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp20.47 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut menurun dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp20.96 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp504.02 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut turun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp856.77 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.02% terhadap US Dollar, dari 14,095 menjadi 14,092 sedangkan IHSG menurun -0.61% dari 6,155 menjadi 6,117.

FR0078 yield naik by 2.90bps dari 7.030% menjadi 7.059% sementara itu yield RI28 mengalami penurunan sebesar -0.3bps dari 2.988% menjadi 2.985%.

Harga brent meningkat dari 62.61 menjadi 63.07 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot naik dari 57.11 menjadi 58.53 USD per barrel.