Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 21 November 2019
November 21, 2019 10:50

Highlights:

Danareksa government bonds yield index advanced 1.21bps from 6.903% to 6.916%

The Fed merilis risalah dari pertemuan kebijakan Oktober. "Sebagian besar" anggota FOMC melihat pergerakan yang cukup" untuk mendukung prospek pertumbuhan moderat, pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi di dekat target simetris komite sebesar 2%". Sikap kebijakan "kemungkinan akan tetap" di mana "selama informasi yang akan datang tentang ekonomi tidak membutuhkan penilaian ulang secara materiil dari prospek ekonomi," kata risalah. (CNBC)

Government bonds volume was IDR20.96 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR34.17 trillion but it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR20.96 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR34.17 billion and it was lower than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR weakened 0.03% against USD from 14,091 to 14,095 whilst JCI was up 0.05% from 6,152 to 6,155.

FR0078 yield rose by 2.80bps from 7.002% to 7.030% while RI28 yield fell by -2.5bps from 3.013% to 2.988%.

Brent rose from 60.99 to 62.61 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price rose from 55.21 to 57.11 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index meningkat 1.21bps dari 6.903% menjadi 6.916%

Presiden Donald Trump mengatakan AS akan menaikkan tarif pada Cina jika langkah pertama dari perjanjian yang lebih luas tidak tercapai. "Jika kita tidak membuat kesepakatan, kita akan menaikkan tarif itu," katanya Selasa dalam pidatonya di Economic Club of New York. “Tarif tersebut akan dibesarkan dengan sangat substansial. Dan itu akan berlaku untuk negara-negara lain yang juga memperlakukan kami dengan tidak adil. "(Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp20.96 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut menurun dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp34.17 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp856.77 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1586.53 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.03% terhadap US Dollar, dari 14,091 menjadi 14,095 sedangkan IHSG naik 0.05% dari 6,152 menjadi 6,155.

FR0078 yield naik by 2.80bps dari 7.002% menjadi 7.030% sementara itu yield RI28 mengalami penurunan sebesar -2.5bps dari 3.013% menjadi 2.988%.

Harga brent naik dari 60.99 menjadi 62.61 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot naik dari 55.21 menjadi 57.11 USD per barrel.