Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 20 November 2019
November 20, 2019 10:01

Highlights:

Danareksa government bonds yield index declined 0.89bps from 6.911% to 6.902%

The near-deal between the U.S. and China that fell apart six months ago is now being used as the benchmark to decide how much tariffs should be rolled back in the initial phase of a broader trade agreement. The two sides are discussing linking the size of tariff rollbacks to the preliminary terms set in that failed May deal (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR34.17 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR13.03 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR34.17 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR13.03 billion but it was higher than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR weakened 0.09% against USD from 14,079 to 14,091 whilst JCI was up 0.48% from 6,123 to 6,152.

FR0078 yield rose by 1.00bps from 6.992% to 7.002% while RI28 yield advanced by 0.1bps from 3.012% to 3.013%.

Brent fell from 62.44 to 60.99 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price dropped from 57.05 to 55.21 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index menurun 0.89bps dari 6.911% menjadi 6.902%

Presiden Donald Trump mengatakan AS akan menaikkan tarif pada Cina jika langkah pertama dari perjanjian yang lebih luas tidak tercapai. "Jika kita tidak membuat kesepakatan, kita akan menaikkan tarif itu," katanya Selasa dalam pidatonya di Economic Club of New York. “Tarif tersebut akan dibesarkan dengan sangat substansial. Dan itu akan berlaku untuk negara-negara lain yang juga memperlakukan kami dengan tidak adil. "(Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp34.17 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut naik dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp13.03 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1586.53 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut menurun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp2786.80 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.09% terhadap US Dollar, dari 14,079 menjadi 14,091 sedangkan IHSG meningkat 0.48% dari 6,123 menjadi 6,152.

FR0078 yield meningkat by 1.00bps dari 6.992% menjadi 7.002% sementara itu yield RI28 naik sebesar 0.1bps dari 3.012% menjadi 3.013%.

Harga brent mengalami penurunan dari 62.44 menjadi 60.99 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 57.05 menjadi 55.21 USD per barrel.