Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 10 Oktober 2019
October 10, 2019 09:59

Highlights:

Danareksa government bonds yield index advanced 1.13bps from 7.133% to 7.144%

Senior trade negotiators for the U.S. and China were expected to sit down in Washington Thursday and Friday, but their talks may be cut down to one day and they are not expected to make much headway. The hope was that the talks would at least result in a postponement of new tariffs, set to take effect next week. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR24.31 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR22.66 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR24.31 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR22.66 billion but it was higher than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR weakened 0.08% against USD from 14,162 to 14,173 whilst JCI declined -0.17% from 6,040 to 6,029.

FR0078 yield rose by 1.70bps from 7.235% to 7.252% while RI28 yield rose by 0.5bps from 2.889% to 2.894%.

Brent was up from 58.08 to 58.27 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price declined from 52.63 to 52.59 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index naik 1.13bps dari 7.133% menjadi 7.144%

Negosiator perdagangan senior untuk AS dan Cina diperkirakan akan bertemu di Washington, Kamis dan Jumat, tetapi pembicaraan mereka mungkin akan diperpendek menjadi hanya dalam satu hari dan mereka tidak diharapkan untuk membuat banyak kemajuan. Harapannya adalah bahwa perundingan setidaknya akan menghasilkan penundaan tarif baru, yang mulai berlaku minggu depan. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp24.31 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp22.66 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1436.94 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut turun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1707.99 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.08% terhadap US Dollar, dari 14,162 menjadi 14,173 sedangkan IHSG menurun -0.17% dari 6,040 menjadi 6,029.

FR0078 yield naik by 1.70bps dari 7.235% menjadi 7.252% sementara itu yield RI28 meningkat sebesar 0.5bps dari 2.889% menjadi 2.894%.

Harga brent naik dari 58.08 menjadi 58.27 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 52.63 menjadi 52.59 USD per barrel.