Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 10 September 2019
September 10, 2019 09:06

Highlights:

Danareksa government bonds yield index fell 3.32bps from 7.247% to 7.214%

Asian futures pointed to a mixed start to trading Tuesday after U.S. stocks snapped three days of gains, while sovereign bond yields rose in Europe and America. U.S. stocks that had driven a recent rally such as health-care, tech and real estate retreated. German bunds led the drop in sovereign debt, and rates on longer-dated Treasury notes climbed more than those on shorter-dated securities, reversing an inversion in the yield curve. Investors are biding their time this week ahead of the ECB meeting on Thursday and Federal Reserve gathering next week that will throw light on the path of monetary policy. On the trade front. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR18.42 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR11.13 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR18.42 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR11.13 billion and it was higher than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR strengthened 0.47% against USD from 14,101 to 14,035 whilst JCI was up 0.27% from 6,309 to 6,326.

FR0078 yield decreased by 5.20bps from 7.295% to 7.243% while RI28 yield climbed up by 0.2bps from 2.814% to 2.816%.

Brent climbed up from 62.15 to 63.34 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price rose from 56.52 to 57.85 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index menurun 3.32bps dari 7.247% menjadi 7.214%

Asian futures menunjuk ke awal yang beragam untuk diperdagangkan pada Selasa setelah saham-saham AS mengakhiri kenaikan tiga hari, sementara imbal hasil obligasi negara naik di Eropa dan Amerika. Saham A.S. yang telah mendorong rally baru-baru ini seperti perawatan kesehatan, teknologi, dan real estat mundur. Bund Jerman memimpin penurunan utang negara, dan suku bunga pada catatan Treasury yang lebih lama naik melebihi surat berharga yang lebih pendek, membalikkan inversi dalam kurva imbal hasil. Investor menunggu waktu mereka minggu ini menjelang pertemuan ECB pada hari Kamis dan pertemuan Federal Reserve minggu depan yang akan menyoroti jalur kebijakan moneter. Di bidang perdagangan. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp18.42 triliun, dan dinominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Angka tersebut naik dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp11.13 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1569.77 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1177.34 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.47% terhadap US Dollar, dari 14,101 menjadi 14,035 sedangkan IHSG naik 0.27% dari 6,309 menjadi 6,326.

FR0078 yield turun by 5.20bps dari 7.295% menjadi 7.243% sementara itu yield RI28 naik sebesar 0.2bps dari 2.814% menjadi 2.816%.

Harga brent meningkat dari 62.15 menjadi 63.34 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot meningkat dari 56.52 menjadi 57.85 USD per barrel.