Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 14 Agustus 2019
August 14, 2019 09:29

Highlights:

Danareksa government bonds yield index climbed up 4.31bps from 7.296% to 7.339%

U.S. President Donald Trump took a step back in his trade war with Beijing, bowing to pressure from U.S. businesses concerned over the economic fallout of the ongoing spat with China. The U.S. said it would delay until mid-December a 10% tariff on a variety of Chinese consumer products such as cell phones, laptops, video games and children’s toys, leavening the impact on holiday-shopping consumers. However, other goods, including agricultural products, antiques, clothes, kitchenware and footwear, will remain on the list to be hit on Sept. 1. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR23.77 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR12.37 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR23.77 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR12.37 billion but it was higher than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR weakened 0.53% against USD from 14,250 to 14,325 whilst JCI decreased -0.63% from 6,251 to 6,211.

FR0078 yield increased by 13.60bps from 7.355% to 7.491% while RI28 yield declined by -4.8bps from 3.077% to 3.029%.

Brent climbed up from 58.23 to 60.78 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price climbed up from 54.93 to 57.10 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index meningkat 4.31bps dari 7.296% menjadi 7.339%

Presiden AS Donald Trump mundur selangkah dalam perang dagangnya dengan Beijing, tunduk pada tekanan dari bisnis A.S. yang prihatin dengan kejatuhan ekonomi dari pertikaian yang sedang berlangsung dengan China. AS mengatakan akan menunda hingga pertengahan Desember tarif 10% untuk berbagai produk konsumen Cina seperti ponsel, laptop, video game, dan mainan anak-anak, sehingga berdampak pada konsumen belanja liburan. Namun, barang-barang lain, termasuk produk pertanian, barang antik, pakaian, peralatan dapur, dan alas kaki, akan tetap masuk dalam daftar yang akan dipukul pada 1 September. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp23.77 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut meningkat dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp12.37 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1137.05 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp2020.40 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.53% terhadap US Dollar, dari 14,250 menjadi 14,325 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.63% dari 6,251 menjadi 6,211.

FR0078 yield naik by 13.60bps dari 7.355% menjadi 7.491% sementara itu yield RI28 menurun sebesar -4.8bps dari 3.077% menjadi 3.029%.

Harga brent naik dari 58.23 menjadi 60.78 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot meningkat dari 54.93 menjadi 57.10 USD per barrel.