Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 12 Juni 2019
June 12, 2019 09:17

Highlights:

Danareksa government bonds yield index decreased 5.83bps from 7.799% to 7.741%

Donald Trump identified the main obstacle to a China trade accord: himself. “It’s me right now that's holding up the deal,” the president said, accusing Beijing of backtracking on a potential agreement. “We had a deal with China and unless they go back to that deal I have no interest.” He still expects to meet with Xi Jinping at this month’s G-20 summit in Japan. China’s leader has a few good options after Trump’s ultimatum. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR20.21 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR17.97 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR20.21 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR17.97 billion but it was higher than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR strengthened 0.08% against USD from 14,250 to 14,239 whilst JCI rose 0.26% from 6,290 to 6,306.

FR0078 yield was down by 1.00bps from 7.710% to 7.700% while RI28 yield increased by 4.4bps from 3.448% to 3.492%.

Brent declined from 63.30 to 62.87 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price increased from 53.26 to 53.27 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 5.83bps dari 7.799% menjadi 7.741%

Donald Trump mengidentifikasi hambatan utama untuk perjanjian perdagangan Cina: dirinya sendiri. "Sekarang saya yang memegang kesepakatan," kata presiden, menuduh Beijing mundur pada perjanjian potensial. "Kami memiliki kesepakatan dengan China dan kecuali mereka kembali ke kesepakatan itu saya tidak tertarik." Dia masih berharap untuk bertemu dengan Xi Jinping pada pertemuan G-20 bulan ini di Jepang. Pemimpin China memiliki beberapa opsi bagus setelah ultimatum Trump. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp20.21 triliun, dan dinominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp17.97 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1494.73 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp4471.29 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.08% terhadap US Dollar, dari 14,250 menjadi 14,239 sedangkan IHSG naik 0.26% dari 6,290 menjadi 6,306.

FR0078 yield menurun by 1.00bps dari 7.710% menjadi 7.700% sementara itu yield RI28 mengalami peningkatan sebesar 4.4bps dari 3.448% menjadi 3.492%.

Harga brent mengalami penurunan dari 63.30 menjadi 62.87 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot naik dari 53.26 menjadi 53.27 USD per barrel.