Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Trading Ideas
Preview IHSG 14 Maret 2019
March 14, 2019 08:26

Pada perdagangan kemarin, IHSG berhasil menghijau bersama dengan bursa Asia yang bervariasi. IHSG terkerek 0,37 persen kelevel 6.377,58. Penolakan parlemen Inggris atas proposal Brexit terbaru, dan melambatnya tekanan inflasi AS menjadi sentimen utama yang menggerakkan indeks regional. Rilis ekonomi terbaru datang dari Jepang. Indikator Japan core machinery orders turun 5,4% mom (-2,9% yoy) dibulan Januari, menyusul kontraksi -0,3% mom (+0,9% yoy) dibulan sebelumnya. Perkembangan ini menjadi sinyal melemahnya belanja modal perusahaan Jepang 6-9 bulan mendatang, seiring order sektor manufaktur yang lesu.

Sementara itu, bursa AS menguat diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,58%) dan S&P 500 (+0,69%) masing-masing bergerak kelevel 25.702,89 dan 2.810,92. Kali ini kenaikan saham-saham teknologi berhasil menopang gerak pasar.

Dari sisi ekonomi AS, pesanan produk tahan lama yang diterima pabrikan (durable goods orders) tumbuh 0,4% mom dibulan Januari, menyusul kenaikan 1,3% mom dibulan sebelumnya. Pesanan produk diluar barang modal non militer tumbuh 0,8% mom, setelah sempat turun 0,9% mom dibulan Desember, atau tertinggi sejak Juli 2018.

Parlemen Inggris memutuskan untuk menghindari opsi no-deal Brexit, dan membuka opsi voting lainnya untuk memperpanjang deadline Brexit tanggal 29 Maret 2019. Keputusan ini menjadi langkah awal mencegah ketidakpastian Inggris pasca keluar dari EU. No-deal Brexit berarti Inggris akan resmi keluar dari EU tanggal 29 Maret, tanpa adanya masa transisi 21 bulan. Hubungan perdagangan Inggris-EU akan langsung mengacu pada aturan WTO.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka menguat. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel USD 67,61 (USD 58,28) perbarel, dan harga emas menguat kelevel USD 1.309,30/troy ounce.