Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 12 February 2019
February 12, 2019 09:44

Highlights:

Danareksa government bonds yield index rose 4.73bps from 7.873% to 7.920%

Rising political risk and uncertainty about likely candidates in upcoming Thai elections, now scheduled for March 24, could further aggravate lenders' challenges around expansion and profitability, as they seek growth in riskier assets and lend more in an already over leveraged consumer segment. The uncertainties were highlighted by the nomination of Princess Ubolratana Rajakanya, followed by the King stating it would be inappropriate for members of the royal family to be involved in politics. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR19.23 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR23.90 trillion but it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR19.23 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR23.90 billion and it was lower than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR weakened 0.57% against USD from 13,955 to 14,034 whilst JCI was down -0.41% from 6,522 to 6,495.

FR0064 yield advanced by 7.50bps from 7.845% to 7.920% while RI28 yield was up by 4.8bps from 4.067% to 4.115%.

Brent dropped from 61.86 to 61.46 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price fell from 52.72 to 52.41 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index naik 4.73bps dari 7.873% menjadi 7.920%

Meningkatnya risiko politik dan ketidakpastian tentang calon pemilihan Thailand yang akan datang, yang dijadwalkan pada 24 Maret, dapat semakin memperburuk tantangan pemberi pinjaman di sekitar ekspansi dan profitabilitas, karena mereka mencari pertumbuhan dalam aset berisiko dan meminjamkan lebih banyak pada segmen konsumen yang sudah melebihi leverage. Ketidakpastian terlihat pada pencalonan Putri Ubolratana Rajakanya, diikuti oleh Raja yang menyatakan bahwa tidak pantas bagi anggota keluarga kerajaan untuk terlibat dalam politik. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp19.23 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut turun dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp23.90 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp657.66 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1242.76 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.57% terhadap US Dollar, dari 13,955 menjadi 14,034 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.41% dari 6,522 menjadi 6,495.

FR0064 yield mengalami peningkatan by 7.50bps dari 7.845% menjadi 7.920% sementara itu yield RI0126 meningkat sebesar 4.8bps dari 4.067% menjadi 4.115%.

Harga brent mengalami penurunan dari 61.86 menjadi 61.46 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot turun dari 52.72 menjadi 52.41 USD per barrel.