Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Trading Ideas
Preview IHSG 11 Februari 2019
February 11, 2019 08:24

Kekhawatiran terbaru atas tensi dagang AS-China berdampak negatif bagi pergerakan bursa. Bursa Asia ditutup melemah akhir pekan lalu, termasuk IHSG yang terkoreksi 0,23 persen kelevel 6.521,66. Tekanan dipasar domestik muncul seiring rilis CAD Indonesia yang melonjak pada Q4 2018.

Defisit neraca transaksi berjalan Q4 2018 tercatat sebesar USD 9,1 miliar (3,57% PDB), lebih tinggi dibandingkan dengan defisit pada Q3 2018 sebesar USD 8,6 miliar (3,28% PDB). Peningkatan CAD ini dipengaruhi oleh penurunan kinerja neraca perdagangan barang nonmigas akibat masih tingginya impor sejalan dengan permintaan domestik yang masih kuat di tengah kinerja ekspor yang terbatas. Meskipun demikian, kinerja neraca pendapatan primer dan neraca jasa yang lebih baik dapat membantu mengurangi kenaikan defisit. Perbaikan neraca pendapatan primer terutama ditopang pembayaran bunga surat utang pemerintah yang lebih rendah, dan kenaikan surplus jasa perjalanan, antara lain didukung oleh penyelenggaraan Asian Para Games di Jakarta dan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali.

Sementara itu, bursa AS cenderung ditutup melemah pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,25%) dan S&P 500 (+0,07%) masing-masing bergerak kelevel 25.106,33 dan 2.707,88. Kekhawatiran gagalnya negosiasi AS-China, dan sinyal perlambatan ekonomi global masih menjadi tema utama penggerak pasar. Laporan terbaru menyatakan bahwa Trump kemungkinan besar akan mengesahkan aturan yang melarang penggunaan peralatan telekomunikasi China pada jaringan nirkabel AS, minggu mendatang. Disisi lain, Komisi Uni Eropa merevisi turun pertumbuhan ekonomi Eropa dari 1,9% menjadi 1,3% ditahun 2019.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel USD 61,99 (USD 52,42) perbarel, dan harga emas melemah kelevel USD 1.316,80/troy ounce.