Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 11 Januari 2019
January 11, 2019 09:53

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was down 0.51bps from 8.092% to 8.087%

Indonesia plans to almost double the sale of sovereign bonds to retail investors this year as Southeast Asia’s largest economy seeks to lower its reliance on foreign funds to bridge a budget gap. The government is targeting 80 trillion rupiah ($5.7 billion) from the sale of 10 retail securities this year, compared with 46 trillion rupiah raised last year, Loto Srinaita Ginting. The target includes private placements and will be at least 9 percent of the gross sovereign bond issuance for this year, she said. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR24.34 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR34.90 trillion but it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1035.40 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1070.81 billion and it was lower than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR strengthened 0.51% against USD from 14,125 to 14,053 whilst JCI rose 0.90% from 6,272 to 6,329.

FR0064 yield declined by 2.60bps from 7.920% to 7.894% while RI28 yield rose by 3.0bps from 4.241% to 4.271%.

Brent declined from 60.54 to 60.45 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price climbed up from 52.36 to 52.59 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index menurun 0.51bps dari 8.092% menjadi 8.087%

Indonesia berencana untuk menerbitkan hampir dua kali lipat obligasi negara kepada investor ritel tahun ini karena ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini berupaya untuk menurunkan ketergantungannya pada dana asing untuk menjembatani kesenjangan anggaran. Pemerintah menargetkan Rp80 triliun ($ 5,7 miliar) dari penjualan 10 ritel securities tahun ini, dibandingkan dengan Rp46 triliun tahun lalu, Loto Srinaita Ginting mengatakan. Target tersebut termasuk penempatan swasta dan setidaknya 9 persen dari penerbitan obligasi negara bruto untuk tahun ini. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp24.34 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut turun dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp34.90 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1035.40 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1070.81 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.51% terhadap US Dollar, dari 14,125 menjadi 14,053 sedangkan IHSG mengalami peningkatan 0.90% dari 6,272 menjadi 6,329.

FR0064 yield menurun by 2.60bps dari 7.920% menjadi 7.894% sementara itu yield RI0126 meningkat sebesar 3.0bps dari 4.241% menjadi 4.271%.

Harga brent mengalami penurunan dari 60.54 menjadi 60.45 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot naik dari 52.36 menjadi 52.59 USD per barrel.