Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 20 Desember 2018
December 20, 2018 08:28

IHSG berhasil menguat 1,55 persen kelevel 6.176,09 ditengah bervariasinya bursa saham Asia diperdagangan kemarin. Para investor berekspektasi adanya kenaikan FFR 25 bps pada FOMC minggu ini. Publikasi ekonomi terbaru dikawasan regional datang dari Jepang. Ekspor dan impor Jepang dibulan November masing-masing tumbuh 0,1% dan 12,5%, dan membawa neraca perdagangan defisit 737,3 miliar Yen, melebar dari bulan sebelumnya (-450 miliar Yen) dan November tahun lalu (+105,2 miliar Yen).

Sementara itu, bursa AS terkoreksi pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-1,49%) dan S&P 500 (-1,54%) masing-masing bergerak kelevel 23.323,66 dan 2.506,96. Koreksi pasar terjadi setelah The Fed secara agresif kembali menaikkan suku bunga FFR.

Dari sisi ekonomi AS, FOMC Desember 2018 menaikkan target bunga acuan FFR sebesar 25 bps menjadi 2,25% - 2,50%, serta menurunkan proyeksi kenaikan bunga FFR lanjutan ditahun 2019. Kenaikan ini menjadi yang keempat ditahun ini. The Fed memberikan sinyal 2 kali kenaikan FFR ditahun depan dari proyeksi 3 kali sebelumnya, menyusul volatilitas pasar keuangan dan melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Selain itu The Fed merilis proyeksi ekonomi yang menunjukkan bahwa median pertumbuhan ekonomi AS ditahun 2019 direvisi turun. Real GDP diprediksi tumbuh 3,0% (2018), 2,3% (2019), 2,0% (2020) dan 1,8% (2021). PCE inflation diproyeksi mencapai 1,9% (2018), 1,9% (2019), 2,1% (2020) dan 2,1% (2021).

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel USD 56,69 (USD 47,36) perbarel, dan harga emas menurun kelevel USD 1.247,60/troy ounce.