Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 13 Desember 2018
December 13, 2018 08:00

Bursa Asia kompak menguat pada perdagangan kemarin, dengan IHSG berhasil naik 0,64 persen kelevel 6.115,58. Meredanya kekhawatiran tensi perang dagang AS-Tiongkok menjadi pemicu positif pergerakan bursa. Hal ini menyusul rencana Tiongkok yang setuju untuk menurunkan tarif impor otomotif AS.

Publikasi ekonomi terbaru dikawasan regional datang dari Jepang. Indikator Japan core machinery orders tumbuh 7,6% mom (+4,5% yoy) dibulan Oktober 2018, lebih tinggi dari bulan sebelumnya (-18% mom) dan ekspektasi pasar (+10,5% mom). Hal ini mengindikasikan membaiknya belanja modal perusahaan terutama sektor manufaktur untuk 6-9 bulan mendatang.

Sementara itu, bursa AS menguat pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,64%) dan S&P 500 (+0,54%) masing-masing bergerak kelevel 24.527,27 dan 2.651,07. Harapan akan kemajuan pembicaraan AS-Tiongkok menjadi pendorong kinerja pasar.

Dari sisi ekonomi AS, laju inflasi dibulan November stabil dilevel 0,3% mom seperti bulan sebelumnya. Secara tahunan, tingkat inflasi turun dari 2,5% yoy menjadi 2,2% yoy, terendah sejak Februari 2018. Hal ini terjadi seiring melambatnya kenaikan harga BBM, listrik dan jasa transportasi.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka menghijau. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel USD 60,15 (USD 51,31) perbarel, dan harga emas menguat kelevel USD 1.250,70/troy ounce.