Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 10 Desember 2018
December 10, 2018 08:09

Spekulasi penundaan naiknya FFR pada FOMC Desember sedikit memberikan energi positif bagi pergerakan bursa regional pekan lalu. IHSG menguat 0,18 persen kelevel 6.126,36. Sayangnya kenaikan pasar saham Asia tidak diikuti bursa saham AS. Indeks saham Dow Jones (-2,24%) dan S&P 500 (-2,33%) masing-masing bergerak kelevel 24.388,95 dan 2.633,08. Sentimen penggerak pasar datang dari rilis data ketenagakerjaan AS, dan naiknya harga minyak global.

Dari sisi ekonomi AS, serapan tenaga kerja non pertanian (nonfarm payroll employment) dibulan November mencapai 155 ribu, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 237 ribu posisi. Tingkat pengangguran stabil dilevel 3,7 persen. Rerata pendapatan perjam tenaga kerja AS sedikit meningkat 0,2% mom, dari 0,1% mom dibulan sebelumnya.

Harga minyak kembali memanas setelah OPEC dan negara produsen minyak utama seperti Rusia mencapai kata sepakat untuk memangkas output produksi minyak global. Mulai Januari 2019 hingga 6 bulan selanjutnya, OPEC dan Rusia akan menurunkan produksi masing-masing sebesar 800 ribu bpd, dan 400 ribu bpd.

Diregional, nilai ekspor dan impor Tiongkok naik 5,4% yoy dan 3,0% yoy dibulan November 2018, yang membawa surplus neraca perdagangan meningkat menjadi USD 44,74 miliar, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu USD 38,43 miliar dan konsensus pasar USD 34,0 miliar. Surplus ini merupakan yang tertinggi sejak Desember 2017.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel USD 61,76 (USD 52,34) perbarel, dan harga emas menguat kelevel USD 1.254,40/troy ounce.