Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 07 Desember 2018
December 07, 2018 09:00

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was up 4.87bps from 8.043% to 8.092%

Traders of U.S. interest-rate futures are rapidly losing confidence that the Federal Reserve will continue to raise rates, with a near-certain hike in December now coming into doubt and almost no tightening expected for next year. The central bank has raised the federal funds target range eight times since December 2015, and is still expected to increase it again on Dec. 19. But the market-implied expectation for next year edged below a quarter point last week after Fed Chair Jerome Powell said the policy rate is approaching neutral, and has crumbled this week amid a slide in global equities. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR20.55 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR23.51 trillion but it was higher than its YTD average of IDR18.26 trillion.

Corporate bonds volume was IDR788.40 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1402.42 billion and it was lower than its YTD average of IDR1030.76 billion.

IDR weakened 0.81% against USD from 14,403 to 14,520 whilst JCI was down -0.29% from 6,133 to 6,115.

FR0064 yield advanced by 6.20bps from 7.866% to 7.928% while RI28 yield declined by -0.4bps from 4.737% to 4.733%.

Brent fell from 60.58 to 59.22 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price was down from 52.89 to 51.49 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index meningkat 4.87bps dari 8.043% menjadi 8.092%

Pedagang US interest-rate futures dengan cepat kehilangan kepercayaan bahwa Federal Reserve akan terus menaikkan suku bunga, dengan kenaikan pada bulan Desember sekarang menjadi keraguan dan hampir tidak ada pengetatan yang diperkirakan untuk tahun depan. Bank sentral telah menaikkan kisaran target dana federal delapan kali sejak Desember 2015, dan masih diperkirakan akan meningkatkannya lagi pada 19 Desember. Tapi ekspektasi tersirat pasar untuk tahun depan naik tipis di bawah titik seperempat pekan lalu setelah Ketua Fed Jerome Powell mengatakan tingkat kebijakan mendekati netral, dan telah runtuh minggu ini di tengah penurunan dalam ekuitas global. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp20.55 triliun, dan dinominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Angka tersebut mengalami penurunan dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp23.51 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.26 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp788.40 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut turun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1402.42 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1030.76 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.81% terhadap US Dollar, dari 14,403 menjadi 14,520 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.29% dari 6,133 menjadi 6,115.

FR0064 yield mengalami peningkatan by 6.20bps dari 7.866% menjadi 7.928% sementara itu yield RI0126 menurun sebesar -0.4bps dari 4.737% menjadi 4.733%.

Harga brent mengalami penurunan dari 60.58 menjadi 59.22 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 52.89 menjadi 51.49 USD per barrel.