Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 12 September 2018
September 12, 2018 08:21

IHSG ditutup melemah 0,35 persen kelevel 5.831,12, ditengah merahnya bursa saham Asia awal pekan ini. Perkembangan kinerja perdagangan luar negeri Tiongkok, dan faktor perang dagang AS-Tiongkok masih membayangi pergerakan pasar regional. Publikasi terkini data ekonomi dikawasan Asia datang dari Jepang dan Tiongkok.

Ekonomi Jepang Q2 2018 tumbuh ekspansif 0,7% qoq, lebih tinggi dari publikasi awal sebesar 0,5% qoq. Dalam basis tahunan, PDB Jepang meningkat 3 persen, lebih cepat dari rilis awal (+1,9%) dan konsensus pasar (+2,6%). Kenaikan ini ditopang meningkatnya belanja rumah tangga dan investasi.

Laju inflasi bulanan Tiongkok dibulan Agustus 2018 mencapai 0,7% mom, lebih cepat dari bulan sebelumnya, 0,3% mom. Secara tahunan, harga barang dan jasa ditingkat konsumen meningkat sebesar 2,3% yoy, tertinggi dalam 6 bulan terakhir, didorong naiknya harga makanan, sandang, BBM, utilitas, sewa dan pendidikan.

Sementara itu, bursa AS menguat pada perdagangan Jumat lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,44%) dan S&P 500 (+0,37%) masing-masing bergerak kelevel 25.971,06 dan 2.887,89. Membaiknya saham-saham teknologi berhasil membuat kinerja indeks lebih baik.

Dari sisi ekonomi AS, jumlah penawaran lowongan kerja dibulan Juli mencapai level tertinggi sebesar 6,939 juta posisi, atau diatas bulan sebelumnya (6,822 juta posisi) dan ekspektasi pasar (6,68 juta posisi). Permintaan terbesar datang dari sektor keuangan dan asuransi, serta industri barang tidak tahan lama. Penerimaan tenaga kerja diperiode yang sama naik menjadi 5,679 juta posisi, lebih baik dari bulan sebelumnya sebesar 5,677 juta posisi.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel US$ 79,30 (US$ 69,80) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.203,30/troy ounce.