Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 07 September 2018
September 07, 2018 08:41

Bursa saham Asia masih memerah kemarin, sedangkan IHSG berhasil bangkit dan menguat 1,63 persen kelevel 5.776,10. Pelemahan mayoritas mata uang Asia dan sentimen krisis di Turki dan Argentina, menjadi perhatian investor. Koreksi ini mengekor merahnya bursa AS sebelumnya.

Sementara itu, bursa AS ditutup bervariasi pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,08%) dan S&P 500 (-0,37%) masing-masing bergerak kelevel 25.995,87 dan 2.878,05. Berlanjutnya tekanan jual saham-saham teknologi, menyebabkan indeks saham melemah. Eskalasi perang dagang AS dan Tiongkok juga membuat khawatir para pelaku pasar. Menyusul rencana pemerintah Trump yang akan kembali menerapkan tarif impor atas US$ 200 miliar produk Tiongkok, Kementerian Perdagangan Tiongkok meresponnya dengan rencana tarif impor balasan atas produk dari AS.

Dari sisi ekonomi AS, ADP National Employment Report menunjukkan bahwa sektor swasta AS non pertanian menyerap tambahan tenaga kerja sebanyak 163 ribu posisi dibulan Agustus, lebih rendah dari serapan bulan Juli sebesar 217 ribu posisi. Menurut skala usaha, sektor bisnis menengah menyerap tenaga kerja terbanyak (+111 ribu) diikuti usaha besar (+31 ribu) dan skala kecil (+21 ribu). Sedangkan menurut sektoral sektor industri menyerap 24 ribu posisi, dan sektor jasa sebesar 139 ribu posisi. Selanjutnya, klaim tunjangan pengangguran mingguan (per 1 Sep 2018) turun sebesar 10 ribu aplikasi menjadi 203 ribu aplikasi. Rerata 4 mingguannya juga menurun 2.750 aplikasi menjadi 209.500 aplikasi.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel US$ 76,58 (US$ 67,85) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.206,90/troy ounce.