Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 04 September 2018
September 04, 2018 08:11

Mayoritas bursa saham Asia memulai pekan pertama September dengan muram. IHSG sendiri ditutup melemah 0,85 persen kelevel 5.967,58 diperdagangan kemarin. Belum tercapainya kesepakatan dagang AS-Kanada, berlanjutnya penguatan Dolar AS, krisis ekonomi di Argentina dan Turki, menjadi sentimen yang membebani pasar.

Publikasi ekonomi terbaru yang masuk kepasar kemarin berasal dari domestik dan Tiongkok, seperti laju inflasi Indonesia bulan Agustus 2018, dan indikator Caixin/Markit Purchasing Manager's Index (PMI). BPS mengumumkan bahwa harga ditingkat konsumen dibulan Agustus menurun 0,05% mom (+3,20% yoy). Deflasi bulanan ini terjadi seiring turunnya harga komponen bahan makanan (-1,10% mom), sandang (-0,07% mom), dan transportasi (-0,15% mom). Disisi lain, dimulainya tahun ajaran baru mendorong tingkat harga dikelompok pendidikan meningkat 1,03% mom. Selanjutnya, Caixin PMI Tiongkok bulan Agustus turun dari level 50,8 kelevel 50,6, atau level terendah sejak Juni 2017 yang mengindikasikan melambatnya ekspansi aktivitas manufaktur Tiongkok. Penerimaan order baru cenderung tumbuh melambat, dan penjualan ekspor menurun. Sedangkan output produksi masih menunjukkan kenaikan.

Sementara itu, bursa AS ditutup Senin lalu untuk memperingati Labor Day. Para investor diperkirakan akan mencermati rilis terbaru sejumlah indikator AS minggu ini, diantaranya ISM Manufacturing PMI, laporan ADP Non-Farm Employment, rerata pendapatan tenaga kerja, dan tingkat pengangguran.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel US$ 78,06 (US$ 70,01) perbarel, dan harga emas turun kelevel US$ 1.206,20/troy ounce.