Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 7 Agustus 2018
August 07, 2018 10:03

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index was down 2.68bps from 7.305% to 7.279%

The Bank of Japan had considered raising rates later this year before market turbulence in January and weak inflation data scuttled the plan, Reuters reported, citing unidentified people familiar with the BOJ thinking. When the board met in July, members were divided between those concerned about the prolonged easing and others opposed to a quick exit, Reuters said. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR7.95 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR13.21 trillion and it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1356.97 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR567.95 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.14% against USD from 14,498 to 14,478 whilst JCI climbed up 1.56% from 6,008 to 6,101.

FR0064 yield was down by 2.50bps from 7.781% to 7.756% while RI28 yield declined by -2.5bps from 4.388% to 4.363%.

Brent stabled from 72.82 to 72.82 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price rose from 68.49 to 69.01 USD per barrel.

 

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index mengalami penurunan 2.68bps dari 7.305% menjadi 7.279%

Bank of Japan telah mempertimbangkan menaikkan suku bunga akhir tahun ini sebelum gejolak pasar pada bulan Januari dan data inflasi yang lemah menghentikan rencana tersebut, Reuters melaporkan, mengutip orang-orang tidak ingin dikenal yang akrab dengan BOJ. Ketika dewan bertemu pada Juli, para anggota dibagi antara mereka yang khawatir tentang pelonggaran yang berkepanjangan dan yang lainnya menentang keluar cepat, kata Reuters. (Bloomberg)

Gregor Carle, kepala strategi produk pendapatan tetap Asia-Pasifik di BlackRock Inc. di Singapura. (Bloomberg)

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1356.97 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp567.95 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.14% terhadap US Dollar, dari 14,498 menjadi 14,478 sedangkan IHSG mengalami peningkatan 1.56% dari 6,008 menjadi 6,101.

FR0064 yield turun by 2.50bps dari 7.781% menjadi 7.756% sementara itu yield RI0126 turun sebesar -2.5bps dari 4.388% menjadi 4.363%.

Harga brent stabil dari 72.82 menjadi 72.82 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot meningkat dari 68.49 menjadi 69.01 USD per barrel.