Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 8 Juni 2018
June 08, 2018 09:19

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index climbed up 3.50bps from 6.787% to 6.822%

Indian sovereign bonds slipped while the rupee climbed after the central bank raised its benchmark interest rate for the first time since 2014, but retained its neutral policy stance. Only 14 of 44 economists surveyed by Bloomberg News had predicted the Reserve Bank of India’s decision to increase the repurchase rate by 25bps to 6.25%. Thirty expected no change.

Government bonds volume was IDR7.49 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR11.88 trillion and it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1603.17 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1610.10 billion but it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.16% against USD from 13,853 to 13,875 whilst JCI was up 0.61% from 6,070 to 6,107.

FR0064 yield advanced by 7.40bps from 7.151% to 7.225% while RI28 yield climbed up by 1.7bps from 4.460% to 4.477%.

Brent advanced from 75.02 to 76.74 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price increased from 64.73 to 65.95 USD per barrel.

 

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 3.50bps dari 6.787% menjadi 6.822%

Benchmark UST 10 tahun sekali lagi naik hingga 3 persen. Hingga tahun ini, yield belum melampaui batas tersebut sejak 2014. Didorong sebagian oleh merosotnya pasar utang Eropa, aksi jual di Treasuries yang dimulai pekan lalu tampaknya tidak akan berhenti. Dan sekarang para trader memperhatikan keputusan Federal Reserve yang banyak diantisipasi minggu depan, ketika bank sentral diprediksi akan menaikkan suku bunga. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp7.49 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini turun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp11.88 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1603.17 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut menurun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1610.10 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.16% terhadap US Dollar, dari 13,853 menjadi 13,875 sedangkan IHSG meningkat 0.61% dari 6,070 menjadi 6,107.

FR0064 yield meningkat by 7.40bps dari 7.151% menjadi 7.225% sementara itu yield RI0126 meningkat sebesar 1.7bps dari 4.460% menjadi 4.477%.

Harga brent meningkat dari 75.02 menjadi 76.74 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 64.73 menjadi 65.95 USD per barrel.