Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 7 Juni 2018
June 07, 2018 10:11

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was up 4.66bps from 6.741% to 6.787%

Indian sovereign bonds slipped while the rupee climbed after the central bank raised its benchmark interest rate for the first time since 2014, but retained its neutral policy stance. Only 14 of 44 economists surveyed by Bloomberg News had predicted the Reserve Bank of India’s decision to increase the repurchase rate by 25bps to 6.25%. Thirty expected no change.

Government bonds volume was IDR11.88 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR23.12 trillion and it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1610.10 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1736.37 billion but it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.19% against USD from 13,880 to 13,853 whilst JCI was down -0.31% from 6,089 to 6,070.

FR0064 yield was up by 7.50bps from 7.076% to 7.151% while RI28 yield rose by 3.0bps from 4.430% to 4.460%.

Brent rose from 74.35 to 75.02 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price dropped from 65.52 to 64.73 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index naik 4.66bps dari 6.741% menjadi 6.787%

Obligasi Pemerintah India tergelincir sementara rupee naik setelah bank sentral menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2014, tetapi tetap mempertahankan sikap kebijakan netralnya. Hanya 14 dari 44 ekonom yang disurvei Bloomberg News yang memprediksikan keputusan Reserve Bank of India untuk menaikkan tingkat pembelian kembali sebesar 25bps menjadi 6,25%. Tiga puluh memperkirakan tidak ada perubahan. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp11.88 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp23.12 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1610.10 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1736.37 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.19% terhadap US Dollar, dari 13,880 menjadi 13,853 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.31% dari 6,089 menjadi 6,070.

FR0064 yield naik by 7.50bps dari 7.076% menjadi 7.151% sementara itu yield RI0126 meningkat sebesar 3.0bps dari 4.430% menjadi 4.460%.

Harga brent meningkat dari 74.35 menjadi 75.02 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 65.52 menjadi 64.73 USD per barrel.