Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 4 Juni 2018
June 04, 2018 09:43

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index decreased 11.23bps from 6.824% to 6.712%

Economy may expand below 2018 target of 5.4% as global challenges will result in new normal that require the govt to focus on stability, Finance Minister Sri Mulyani Indrawati says in hearing with parliament’s working committee for budget in Jakarta. Govt sees the country may fail to achieve its oil and gas lifting target for 2018. Govt lowers GDP growth estimate for 2019 at 5.4%-5.8%, from 5.5%-6.5% previously. Avg. exchange rate seen at 13,700-14,000 to the dollar. Export and investment expected to grow 6%-7.2% and 7.5%-8.3%. Est. govt spending growth at 2.8%-3.7%; household consumption, including non-profit institutions serving households, growth at 5.1%-5.2%. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR30.48 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR15.53 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1242.44 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR2829.75 billion but it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.69% against USD from 13,993 to 13,896 whilst JCI dropped -0.46% from 6,011 to 5,984.

FR0064 yield fell by 12.20bps from 7.072% to 6.950% while RI28 yield dropped by -0.3bps from 4.334% to 4.331%.

Brent climbed up from 77.12 to 77.13 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price decreased from 68.21 to 67.04 USD per barrel.

 

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index mengalami penurunan 11.23bps dari 6.824% menjadi 6.712%

Ekonomi diperkirakan akan berada di bawah target 2018 yaitu sebesar 5,4% karena tantangan global yang mengharuskan pemerintah untuk fokus pada stabilitas, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dalam dengar pendapat dengan komite kerja parlemen untuk anggaran di Jakarta. Pemerintah melihat negara mungkin akan gagal mencapai target lifting minyak dan gasnya untuk 2018. Pemerintah menurunkan estimasi pertumbuhan PDB untuk 2019 di 5,4% -5,8%, dari 5,5% -6,5% sebelumnya. Avg. nilai tukar terlihat terhadap dolar adalah 13.700-14.000. Ekspor dan investasi diperkirakan tumbuh 6% -7,2% dan 7,5% -8,3%. Est. belanja pemerintah tumbuh sebesar 2,8% -3,7%; konsumsi rumah tangga,termasuk insititusi non-profit, rumah tangga tumbuh 5,1% -5,2%. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp30.48 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini meningkat dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp15.53 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1242.44 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp2829.75 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.69% terhadap US Dollar, dari 13,993 menjadi 13,896 sedangkan IHSG turun -0.46% dari 6,011 menjadi 5,984.

FR0064 yield turun by 12.20bps dari 7.072% menjadi 6.950% sementara itu yield RI0126 mengalami penurunan sebesar -0.3bps dari 4.334% menjadi 4.331%.

Harga brent meningkat dari 77.12 menjadi 77.13 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot turun dari 68.21 menjadi 67.04 USD per barrel.