Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 31 Mei 2018
May 31, 2018 10:26

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index fell 3.16bps from 6.858% to 6.826%

Indonesia’s second interest-rate increase in two weeks may not be enough to stem a slide in the rupiah amid an ongoing rout in emerging markets. Much will depend on geopolitical events -- from snap elections in Italy to ongoing trade disputes between the U.S. and China -- and how much further the U.S. Federal Reserve will tighten monetary policy. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR15.53 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR14.61 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR2829.75 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR1835.87 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.01% against USD from 13,995 to 13,993 whilst JCI dropped -0.94% from 6,068 to 6,011.

FR0064 yield was down by 3.30bps from 7.105% to 7.072% while RI28 yield dropped by -7.3bps from 4.407% to 4.334%.

Brent rose from 74.69 to 77.12 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price was up from 67.91 to 68.21 USD per barrel.

 

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index menurun 3.16bps dari 6.858% menjadi 6.826%

Kenaikan suku bunga yang kedua di Indonesia dalam dua minggu mungkin tidak cukup untuk membendung penurunan rupiah di tengah kekalahan berkelanjutan di pasar negara berkembang. Banyak yang akan bergantung pada peristiwa geopolitik - dari pemilihan umum di Italia hingga sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara AS. dan China - dan seberapa jauh Federal Reserve AS akan mengetatkan kebijakan moneter. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp15.53 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini naik dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp14.61 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp2829.75 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1835.87 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.01% terhadap US Dollar, dari 13,995 menjadi 13,993 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.94% dari 6,068 menjadi 6,011.

FR0064 yield turun by 3.30bps dari 7.105% menjadi 7.072% sementara itu yield RI0126 mengalami penurunan sebesar -7.3bps dari 4.407% menjadi 4.334%.

Harga brent naik dari 74.69 menjadi 77.12 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot meningkat dari 67.91 menjadi 68.21 USD per barrel.