Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 28 Mei 2018
May 28, 2018 10:13

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index was down 9.32bps from 7.088% to 6.995%

Japanese bonds are finding some love from local investors burned by the selloff in U.S. Treasuries and faced with the highest hedging cost in a decade.  The central bank will unveil its monthly bond buying plan next week aimed at keeping yields down. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR14.67 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR9.98 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1409.48 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR1070.80 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.06% against USD from 14,133 to 14,125 whilst JCI was up 0.49% from 5,947 to 5,976.

FR0064 yield was down by 21.80bps from 7.537% to 7.319% while RI28 yield was down by -4.7bps from 4.454% to 4.407%.

Brent fell from 78.31 to 75.85 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price declined from 70.68 to 67.91 USD per barrel.

 

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index menurun 9.32bps dari 7.088% menjadi 6.995%

Obligasi Jepang menjadi prefenrensi investor lokal disamping adanya aksi jual di US Treasury dan dihadapkan dengan biaya hedging cost yang tertinggi dalam satu dekade. Bank sentral akan mengungkap rencana pembelian obligasi bulanan minggu depan yang bertujuan untuk mempertahankan yield untuk turun. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp14.67 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini naik dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp9.98 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1409.48 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1070.80 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.06% terhadap US Dollar, dari 14,133 menjadi 14,125 sedangkan IHSG naik 0.49% dari 5,947 menjadi 5,976.

FR0064 yield menurun by 21.80bps dari 7.537% menjadi 7.319% sementara itu yield RI0126 menurun sebesar -4.7bps dari 4.454% menjadi 4.407%.

Harga brent mengalami penurunan dari 78.31 menjadi 75.85 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 70.68 menjadi 67.91 USD per barrel.