Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 24 Mei 2018
May 24, 2018 09:22

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index was up 5.05bps from 7.066% to 7.117%

The yield curve, close to the flattest since 2007, steepened Wednesday after the release of the minutes from this month’s Federal Reserve policy meeting. Officials signaled that they’re in no hurry to hike rates more aggressively and are monitoring the shape of the curve. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR17.79 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR18.93 trillion but it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1561.67 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR1541.16 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.47% against USD from 14,142 to 14,209 whilst JCI advanced 0.71% from 5,751 to 5,792.

FR0064 yield was up by 10.10bps from 7.479% to 7.580% while RI28 yield was down by -7.4bps from 4.591% to 4.517%.

Brent advanced from 78.87 to 79.18 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price was down from 72.13 to 71.83 USD per barrel.

 

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index meningkat 5.05bps dari 7.066% menjadi 7.117%

Yield curve, mendekati level yang paling datar sejak 2007, meroket pada Rabu setelah rilis hasil  pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan ini. Pejabat The Fed mengisyaratkan bahwa mereka tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga secara agresif dan memantau bentuk kurva tersebut. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp17.79 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini menurun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp18.93 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1561.67 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1541.16 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.47% terhadap US Dollar, dari 14,142 menjadi 14,209 sedangkan IHSG mengalami peningkatan 0.71% dari 5,751 menjadi 5,792.

FR0064 yield naik by 10.10bps dari 7.479% menjadi 7.580% sementara itu yield RI0126 turun sebesar -7.4bps dari 4.591% menjadi 4.517%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 78.87 menjadi 79.18 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 72.13 menjadi 71.83 USD per barrel.