Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 24 Mei 2018
May 24, 2018 08:25

Pernyataan ketidakpuasan Trump atas hasil perundingan perdagangan AS-Tiongkok di Washington lalu, berdampak negatif bagi pergerakan pasar regional. Meski demikian, ditengah tekanan jual bursa saham Asia pada perdagangan kemarin, IHSG berhasil naik 0,71 persen kelevel 5.792. Publikasi ekonomi terbaru yang masuk kepasar datang dari Jepang. Indikator dini manufaktur-Nikkei Flash Japan Manufacturing PMI bulan Mei 2018 turun kelevel 52,5 dari level PMI final April, 53,8. Sinyal melambatnya ekspansi industri Jepang didorong pertumbuhan output, pesanan baru, dan serapan tenaga kerja yang lebih lambat.

Sementara itu, bursa AS bergerak membaik pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,21%) dan S&P 500 (+0,32%) masing-masing bergerak kelevel 24.886,81 dan 2.733,29. Publikasi notulensi FOMC Mei 2018, menjadi fokus perhatian pasar. Notulensi tersebut menunjukkan bahwa laju inflasi AS akan dibiarkan berada diatas target level 2 persen untuk sementara waktu, sepanjang ekspansi ekonomi AS terus berjalan. Kemungkinan naiknya FFR pada FOMC Juni mendatang juga masih terbuka.

Dari sisi ekonomi AS, indikator dini manufaktur- IHS Markit US Composite PMI bulan Mei 2018 naik kelevel 55,7 dari level final bulan sebelumnya, 54,9. Pertumbuhan output dan serapan tenaga kerja yang solid, mendorong ekspansi bisnis sektor manufaktur AS. Selanjutnya disektor perumahan, penjualan rumah baru (new home sales) menurun 1,5% mom dibulan April, menjadi 662 ribu unit (seasonally adjusted annual rate), sedikit lebih baik dari ekspektasi pasar yaitu menurun sebesar 2% mom.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 79,65 (US$ 71,75) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.294,90/troy ounce.