Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 16 Mei 2018
May 16, 2018 08:09

Koreksi masih menyambangi IHSG bersama dengan bursa Asia lainnya diperdagangan kemarin. IHSG menurun 1,83 persen kelevel 5.838,12. Sentimen penggerak pasar datang dari sejumlah publikasi terbaru ekonomi dari domestik dan Tiongkok. Dari domestik, BPS mengumumkan nilai ekspor (-7,2% mom, +8,9% yoy) dan impor Indonesia (+11,3% mom, +34,7% yoy) dibulan April 2018, masing-masing sebesar US$ 14,47 miliar dan US$ 16,09 miliar. Melesatnya pertumbuhan bulanan impor melebihi ekspor membawa neraca perdagangan April defisit sebesar US$ 1,63 miliar, dari sebelumnya surplus US$ 1,12 miliar.

Dari Tiongkok, output industri tumbuh 7,0% yoy dibulan April 2018, lebih tinggi dari bulan sebelumnya (+6,0% yoy) dan konsensus pasar (+6,3% yoy). Pertumbuhan tercepat terjadi disektor manufaktur, serta sektor listrik air dan gas. Disisi konsumen, belanja retail diperiode yang sama meningkat 9,4% yoy, lebih rendah dari bulan sebelumnya (+10,1% yoy) dan konsensus pasar (+10,0% yoy). Selanjutnya, inevstasi aset tetap sepanjang periode Januari-April 2018 tumbuh 7,0% yoy, lebih rendah dari periode Jan-Mar 2018 (+7,5% yoy) dan ekspektasi pasar (+7,4% yoy).

Sementara itu, bursa AS melemah pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,78%) dan S&P 500 (-0,68%) masing-masing bergerak kelevel 24.706,41 dan 2.711,45. Sentimen pemicu pergerakan pasar muncul dari kenaikan yields US Treasury 10Y yang menembus level tertinggi baru diatas 3,05%, dan penjualan retail AS yang sejalan dengan ekspektasi pasar. Pennjualan retail AS dibulan April tumbuh 0,3% mom (+4,7% yoy), menyusul kenaikan 0,8% mom (+4,9% yoy) dibulan sebelumnya. Meningkatnya belanja konsumen terutama didorong pertumbuhan penjualan BBM, produk makanan minuman, material bangunan, dan sandang.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka memerah. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 78,05 (US$ 71,01) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.292,70/troy ounce.