Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 15 Mei 2018
May 15, 2018 09:21

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index fell 2.63bps from 6.755% to 6.729%

Stocks in Asia opened mixed with 10-year Treasury yields hitting the 3 percent mark again as investors assessed the outlook for trade relations and tensions in the Middle East. The dollar held gains and crude oil nudged higher. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR18.70 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR20.80 trillion but it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR2105.96 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR1295.46 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.09% against USD from 13,960 to 13,973 whilst JCI declined -0.16% from 5,957 to 5,947.

FR0064 yield fell by 5.00bps from 7.094% to 7.044% while RI28 yield rose by 1.8bps from 4.404% to 4.422%.

Brent increased from 76.53 to 77.77 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price rose from 70.70 to 70.96 USD per barrel.

 

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index menurun 2.63bps dari 6.755% menjadi 6.729%

Saham di Asia dibuka bervariasi dengan yield US Treasury 10-tahun kembali mencapai 3 persen karena investor menilai prospek hubungan perdagangan dan ketegangan di Timur Tengah. Dolar menahan kenaikannya dan minyak mentah menyentuh level yang lebih tinggi. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp18.70 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini turun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp20.80 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp2105.96 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1295.46 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.09% terhadap US Dollar, dari 13,960 menjadi 13,973 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.16% dari 5,957 menjadi 5,947.

FR0064 yield turun by 5.00bps dari 7.094% menjadi 7.044% sementara itu yield RI0126 naik sebesar 1.8bps dari 4.404% menjadi 4.422%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 76.53 menjadi 77.77 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 70.70 menjadi 70.96 USD per barrel.