Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 14 Mei 2018
May 14, 2018 10:02

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index dropped 9.48bps from 6.850% to 6.755%

Indonesia’s central bank says it will act “preemptively” to ensure the stability of the nation’s currency and economic growth, giving its strongest signal yet that it’s set to hike interest rates for the first time since 2014. Bank Indonesia plans to firmly and consistently direct and prioritize monetary policy toward restoring stability, Governor Agus Martowardojo said in a statement Friday.  (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR20.80 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR24.58 trillion but it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1295.46 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1989.69 billion but it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.88% against USD from 14,084 to 13,960 whilst JCI increased 0.83% from 5,908 to 5,957.

FR0064 yield declined by 23.70bps from 7.331% to 7.094% while RI28 yield fell by -25.9bps from 4.663% to 4.404%.

Brent was down from 77.01 to 76.53 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price fell from 71.14 to 70.70 USD per barrel.

 

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index menurun 9.48bps dari 6.850% menjadi 6.755%

Bank sentral Indonesia mengatakan akan bertindak "preemptif" untuk memastikan stabilitas Rupiah dan pertumbuhan ekonomi, memberikan sinyal terkuatnya untuk menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2014. Bank Indonesia berencana untuk secara tegas dan konsisten mengarahkan dan memprioritaskan kebijakan moneter terhadap pemulihan stabilitas, Gubernur Agus Martowardojo mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Jumat. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp20.80 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini menurun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp24.58 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1295.46 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1989.69 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.88% terhadap US Dollar, dari 14,084 menjadi 13,960 sedangkan IHSG mengalami peningkatan 0.83% dari 5,908 menjadi 5,957.

FR0064 yield mengalami penurunan by 23.70bps dari 7.331% menjadi 7.094% sementara itu yield RI0126 mengalami penurunan sebesar -25.9bps dari 4.663% menjadi 4.404%.

Harga brent mengalami penurunan dari 77.01 menjadi 76.53 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 71.14 menjadi 70.70 USD per barrel.