Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 11 Mei 2018
May 11, 2018 09:00

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index increased 10.53bps from 6.744% to 6.849%

The Treasury yield curve from 5 to 30 years flattened Thursday to the lowest level since August 2007, as a combination of weaker-than-expected U.S. inflation and solid demand for a record bond auction bolstered investor confidence in owning long-dated securities. The spread narrowed by more than 4 basis points, the most since February, dropping through a previous intraday low from April to 27.7 basis points. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR24.58 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR19.33 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1989.69 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR2292.03 billion but it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.23% against USD from 14,052 to 14,084 whilst JCI was up 2.31% from 5,775 to 5,908.

FR0064 yield climbed up by 11.20bps from 7.219% to 7.331% while RI28 yield climbed up by 2.8bps from 4.635% to 4.663%.

Brent advanced from 75.86 to 77.01 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price climbed up from 69.06 to 71.14 USD per barrel.

 

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index meningkat 10.53bps dari 6.744% menjadi 6.849%

Kurva yield US Treasury dari 5 hingga 30 tahun mendatar ke level terendah pada Kamis sejak Agustus 2007, dikarenakan adanya inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan dan permintaan yang solid untuk lelang obligasi sehingga  meningkatkan kepercayaan investor dalam memiliki surat berharga jangka panjang. Spread menyempit lebih dari 4 basis poin, terbesar sejak Februari, turun melalui terendah dalam intraday sebelumnya dari April ke 27,7 basis poin. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp24.58 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini meningkat dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp19.33 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1989.69 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut menurun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp2292.03 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.23% terhadap US Dollar, dari 14,052 menjadi 14,084 sedangkan IHSG mengalami peningkatan 2.31% dari 5,775 menjadi 5,908.

FR0064 yield meningkat by 11.20bps dari 7.219% menjadi 7.331% sementara itu yield RI0126 naik sebesar 2.8bps dari 4.635% menjadi 4.663%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 75.86 menjadi 77.01 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 69.06 menjadi 71.14 USD per barrel.