Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 9 Mei 2018
May 09, 2018 10:04

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index increased 12.79bps from 6.616% to 6.744%

"Indonesia’s central bank drained $1.1 billion from its foreign reserves last month as it stepped up efforts to shield the nation’s currency from a selloff sparked by a stronger U.S. dollar. The foreign reserves fell to $124.9 billion in April, the lowest since June, according to data released by Bank Indonesia on Tuesday. The stockpile has shrunk by about $7.1 billion in

the past three months. (Bloomberg)"

Government bonds volume was IDR19.33 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR22.59 trillion but it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR2292.03 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR1242.05 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.36% against USD from 14,001 to 14,052 whilst JCI dropped -1.88% from 5,885 to 5,775.

FR0064 yield advanced by 10.50bps from 7.114% to 7.219% while RI28 yield increased by 8.6bps from 4.541% to 4.627%.

Brent was up from 75.47 to 75.86 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price dropped from 70.73 to 69.06 USD per barrel.

 

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 12.79bps dari 6.616% menjadi 6.744%

Bank sentral Indonesia menghabiskan $ 1,1 miliar dari cadangan devisanya bulan lalu dalam upaya melindungi Rupiah dari aksi jual yang dipicu oleh penguatan dolar AS. Cadangan devisa turun menjadi $ 124,9 miliar pada bulan April, terendah sejak Juni, menurut data yang dirilis oleh Bank Indonesia pada hari Selasa. Persediaan telah menyusut sekitar $ 7,1 miliar tiga bulan terakhir. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp19.33 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini turun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp22.59 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp2292.03 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1242.05 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.36% terhadap US Dollar, dari 14,001 menjadi 14,052 sedangkan IHSG menurun -1.88% dari 5,885 menjadi 5,775.

FR0064 yield mengalami peningkatan by 10.50bps dari 7.114% menjadi 7.219% sementara itu yield RI0126 naik sebesar 8.6bps dari 4.541% menjadi 4.627%.

Harga brent meningkat dari 75.47 menjadi 75.86 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 70.73 menjadi 69.06 USD per barrel.