Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 8 Mei 2018
May 08, 2018 09:30

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index rose 9.36bps from 6.522% to 6.616%

Emerging-market assets are increasingly under pressure. A year ago, the Bloomberg Barclays Emerging- Market Local Currency Sovereign Index offered a yield of more than 300 basis points over 5-year Treasuries. Fast forward to now, and that premium has fallen to just 215 basis points. With oil prices rising and many currencies weakening against the dollar, emerging-market bondholders may soon have to confront the problem of rising inflation. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR22.59 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR18.69 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1242.05 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR874.95 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.40% against USD from 13,945 to 14,001 whilst JCI advanced 1.60% from 5,792 to 5,885.

FR0064 yield climbed up by 12.90bps from 6.985% to 7.114% while RI28 yield advanced by 6.6bps from 4.475% to 4.541%.

Brent climbed up from 74.90 to 75.47 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price rose from 69.72 to 70.73 USD per barrel.

 

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index meningkat 9.36bps dari 6.522% menjadi 6.616%

Aset pasar berkembang semakin di bawah tekanan. Setahun yang lalu, Bloomberg Barclays Emerging- Market Local Currency Sovereign Index yield lebih dari 300 basis poin atas US Treasuries 5 tahun. Sekarang, premi itu jatuh ke hanya 215 basis poin. Dengan naiknya harga minyak dan banyak mata uang yang melemah terhadap dolar, para pemegang obligasi pasar berkembang mungkin harus segera menghadapi masalah meningkatnya inflasi. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp22.59 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp18.69 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1242.05 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp874.95 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.40% terhadap US Dollar, dari 13,945 menjadi 14,001 sedangkan IHSG mengalami peningkatan 1.60% dari 5,792 menjadi 5,885.

FR0064 yield mengalami peningkatan by 12.90bps dari 6.985% menjadi 7.114% sementara itu yield RI0126 mengalami peningkatan sebesar 6.6bps dari 4.475% menjadi 4.541%.

Harga brent meningkat dari 74.90 menjadi 75.47 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot naik dari 69.72 menjadi 70.73 USD per barrel.