Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 08 Mei 2018
May 08, 2018 08:22

IHSG perkasa ditengah bervariasinya penutupan bursa Asia pekan ini, dengan menguat 1,60 persen kelevel 5.885,10. Sentimen penggerak pasar datang dari naiknya harga minyak dunia dan publikasi ekonomi domestik. BPS mengumumkan PDB Indonesia Q1 2018 tumbuh sebesar 5,06% yoy, sedikit lebih cepat dari Q1 2017 sebesar 5,01% yoy, namun meleset dibawah konsensus pasar sebesar 5,18% yoy. Dibandingkan kinerja ekonomi Q1 2017, konsumsi RT (+4,95% yoy), belanja pemerintah (+2,73% yoy), investasi (+7,95% yoy), dan impor (+12,75% yoy) tumbuh berakselerasi, sementara ekspor (+6,17% yoy) tumbuh melambat. Menurut sumber pertumbuhan dari lapangan usaha, industri pengolahan tumbuh 4,5% yoy, diikuti konstruksi (+7,3% yoy), perdagangan (+4,9% yoy), informasi dan komunikasi (+8,7% yoy), dan pertanian (+3,1% yoy).

Senada dengan Asia, bursa AS ditutup menguat pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,39%) dan S&P 500 (+0,35%) masing-masing bergerak kelevel 24.357,32 dan 2.672,63. Rally kenaikan saham-saham teknologi kembali mendorong indeks naik lebih tinggi. Para investor juga menantikan perkembangan hasil negosiasi sanksi atas Iran dan program nuklirnya. Tidak ada publikasi ekonomi AS terbaru yang masuk kepasar kemarin.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 75,64 (US$ 70,09) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.317,0/troy ounce.