Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 03 Mei 2018
May 03, 2018 08:34

IHSG berhasil menghijau ditengah bervariasinya penutupan bursa Asia kemarin. IHSG menguat tipis 0,29 persen kelevel 6.012,24. Sentimen penggerak pasar domestik datang dari publikasi inflasi April yang stabil dan lebih rendah dari ekspektasi pasar. Laju inflasi Indonesia dibulan April mencapai 0,10 persen mom (+3,41% yoy), atau lebih rendah dari median konsensus ekonom sebesar 0,18 persen mom. Kenaikan harga mayoritas komponen CPI tercatat melambat bahkan menurun, seperti makanan jadi (+0,24% mom), transportasi (+0,19% mom), dan bahan makanan (-0,26% mom).

Sementara itu, bursa AS melemah pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,72%) dan S&P 500 (-0,72%) masing-masing bergerak kelevel 23.924,98 dan 2.635,67. Pemicu pergerakan pasar datang dari pernyataan The Fed dalam FOMC Mei 2018 dan rilis data ketenagakerjaan sektor non pertanian.

Seperti yang diprediksi pasar, FOMC Mei 2018 mempertahankan suku bunga acuan FFR dilevelnya saat ini 1,5% - 1,75%. The Fed menyatakan bahwa laju inflasi umum dan inflasi inti bergerak mendekati target sebesar 2 persen. Pernyataan ini pun kembali memicu keyakinan investor bahwa The Fed akan mengerek FFR lebih agresif kedepan.

Selanjutnya disektor tenaga kerja AS, serapan tenaga kerja swasta non pertanian (U.S. Nonfarm Private Employment) dibulan April 2018 mencapai 204 ribu posisi, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 228 ribu posisi. Menurut ukuran perusahaan, usaha skala menengah menyerap tenaga kerja terbanyak (+88 ribu), diikuti usaha besar (+54 ribu), dan usaha kecil (+62 ribu). Sektor jasa menyerap tenaga kerja hingga 160 ribu posisi, diikuti sektor manufaktur sebesar 44 ribu posisi.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 72,97 (US$ 67,59) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.306,70/troy ounce.