Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 16 April 2018
April 16, 2018 07:51

Mayoritas bursa Asia menguat akhir pekan kemarin, dengan IHSG bergerak melemah 0,64 persen kelevel 6.270,33. Sedikit meredanya tensi ketegangan hubungan dagang AS-Tiongkok dan geopolitik Timur Tengah menjadi dorongan kenaikan pasar.

Sementara itu dari domestik, Moody’s Investor Service pada 13 April 2018 menaikkan peringkat utang domestik dan luar negeri Indonesia dari Baa3 outlook positif menjadi Baa2 outlook stabil. Kebijakan ini didorong sejumlah faktor diantaranya kerangka kebijakan fiskal dan moneter yang kredibel dan efektif yang dinilai kondusif bagi stabilitas makroekonomi. Di sisi fiskal, Pemerintah dinilai mampu menjaga fiskal defisit dilevel rendah dan didukung oleh pembiayaan yang bersifat jangka panjang, yang dapat menjaga beban utang tetap rendah sehingga mengurangi kebutuhan dan risiko pembiayaan. Di sisi moneter, penerapan kebijakan nilai tukar fleksibel dan koordinasi kebijakan yang lebih efektif antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah dinilai mampu menjaga inflasi di level yang cukup rendah dan stabil.

Sementara itu bursa AS terkoreksi pada perdagangan Jumat lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,50%) dan S&P 500 (-0,29%) masing-masing bergerak kelevel 24.360,14 dan 2.656,30. Tertekannya saham-saham perbankan menyeret indeks saham memerah.

Dari sisi ekonomi AS, indeks kepercayaan konsumen AS bulan April terbitan University of Michigan turun kelevel 97,8 dari level 101,4 diperiode sebelumnya. Optimisme rumah tangga lungsur, menyusul kekhawatiran kebijakan ekonomi Trump yang akan menganggu perkembangan ekonomi domestik.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka menguat. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 71,96 (US$ 66,87) perbarel, dan harga emas melemah kelevel US$ 1.347,50/troy ounce.? Mayoritas bursa Asia menguat akhir pekan kemarin, dengan IHSG bergerak melemah 0,64 persen kelevel 6.270,33. Sedikit meredanya tensi ketegangan hubungan dagang AS-Tiongkok dan geopolitik Timur Tengah menjadi dorongan kenaikan pasar.

Sementara itu dari domestik, Moody’s Investor Service pada 13 April 2018 menaikkan peringkat utang domestik dan luar negeri Indonesia dari Baa3 outlook positif menjadi Baa2 outlook stabil. Kebijakan ini didorong sejumlah faktor diantaranya kerangka kebijakan fiskal dan moneter yang kredibel dan efektif yang dinilai kondusif bagi stabilitas makroekonomi. Di sisi fiskal, Pemerintah dinilai mampu menjaga fiskal defisit dilevel rendah dan didukung oleh pembiayaan yang bersifat jangka panjang, yang dapat menjaga beban utang tetap rendah sehingga mengurangi kebutuhan dan risiko pembiayaan. Di sisi moneter, penerapan kebijakan nilai tukar fleksibel dan koordinasi kebijakan yang lebih efektif antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah dinilai mampu menjaga inflasi di level yang cukup rendah dan stabil.

Sementara itu bursa AS terkoreksi pada perdagangan Jumat lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,50%) dan S&P 500 (-0,29%) masing-masing bergerak kelevel 24.360,14 dan 2.656,30. Tertekannya saham-saham perbankan menyeret indeks saham memerah.

Dari sisi ekonomi AS, indeks kepercayaan konsumen AS bulan April terbitan University of Michigan turun kelevel 97,8 dari level 101,4 diperiode sebelumnya. Optimisme rumah tangga lungsur, menyusul kekhawatiran kebijakan ekonomi Trump yang akan menganggu perkembangan ekonomi domestik.
Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka menguat. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 71,96 (US$ 66,87) perbarel, dan harga emas melemah kelevel US$ 1.347,50/troy ounce.