Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 12 April 2018
April 12, 2018 08:15

IHSG menguat 0,56 persen kelevel 6.360,93, bersama dengan terkereknya bursa Asia yang lain. Publikasi laporan keuangan emiten dan meredanya kekhawatiran perang dagang AS-Tiongkok, menjadi sentimen utama pemicu pasar. Publikasi ekonomi terbaru datang dari Tiongkok. Harga barang dan jasa ditingkat konsumen Tiongkok menurun 1,1 persen mom dibulan Maret 2018 dari bulan sebelumnya yang meningkat 1,2 persen mom. Secara tahunan, tingkat inflasi Tiongkok melambat dari 2,9 persen yoy menjadi 2,1 persen yoy, menyusul kenaikan harga barang kelompok makanan dan non makanan yang lebih kecil dari periode sebelumnya.

Sementara itu koreksi terjadi pada bursa AS pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,90%) dan S&P 500 (-0,55%) masing-masing bergerak kelevel 24.189,45 dan 2.642,19. Turunnya saham-saham telekomunikasi dan keuangan menyeret indeks saham ke zona merah. Selain itu, ketegangan geopolitik di Syria antara AS dan Rusia menjadi perhatian terbaru para pelaku pasar.

Dari sisi ekonomi AS, terjadi deflasi bulanan sebesar 0,1 persen mom dibulan Maret 2018, menyusul kenaikan 0,2 persen mom dibulan sebelumnya. Meski demikian secara tahunan tingkat inflasi AS meningkat 2,4 persen yoy, lebih cepat dari bulan Februari sebesar 2,2 persen yoy, atau sesuai dengan ekspektasi pasar. Harga barang dan jasa dikelompok energi menurun, sementara dikelompok makanan dan sandang cenderung meningkat.

Notulensi FOMC Maret 2018 menunjukkan bahwa The Fed memperkirakan prospek ekonomi AS akan semakin ekspansif, dengan laju inflasi yang turut meningkat. Hal ini mendorong keyakinan bahwa keputusan menaikkan target FFR secara gradual adalah tepat.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka terkoreksi. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 71,93 (US$ 66,81) perbarel, dan harga emas melemah kelevel US$ 1.356,10/troy ounce.